Friday, January 3, 2020

Kisah Rasul bagian 01

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*KISAH HIDUP NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM*
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

*karya* : _Abu Bakr Siraj al-Din_
*diketik ulang* oleh : _RaYaKu_
_______________________
0⃣1⃣ *RUMAH ALLAH*
_______________________

Kitab Kejadian (Genesis) menceritakan bahwa Ibrahim tidak memiliki anak dan tak ada harapan lagi untuk memilikinya. Pada suatu malam, Tuhan menyuruhnya keluar dari tenda. "Sekarang," Firman-Nya, "pandanglah langit dan hitunglah bintang2 disana, bila kau sanggup." Ibrahim pun menatap langit dan terdengarlah suara : "sebanyak itulah anak keturunanmu nanti."

Ketika sarah berusia 76 tahun, sementara Ibrahim sendiri berusia 85 thn –umur yg terlalu lanjut untuk menerima kehadiran seorang bayi– Sarah mengizinkan suaminya itu menikahi Hajar, budaknya asal Mesir. Meskipun demikian, perasaan cemburu tumbuh juga diantara majikan dan budaknya, sehingga Hajar menjadi sasaran kemarahan Sarah. Hajar hanya mampu mengadukan segala deritanya kepada Tuhan. Maka Tuhan mengutus seorang malaikat untuk menyampaikan pesan kepadanya: "Aku akan memperbanyak keturunanmu yang tak terhitung jumlahnya." Sang malaikat juga berkata: "Berbahagialah, kamu akan dikaruniai seorang anak. Namailah Isma'il, karena Tuhan telah mendengar penderitaanmu." Hajar lalu menemui Ibrahim dan Sarah dan menyampaikan apa yg dikatakan malaikat. Ketika bayi yg didambakan tersebut lahir, Ibrahim memberinya nama Isma'il, yg berarti "Tuhan telah mendengar".

Ketika Ibrahim berusia 100tahun, dan Sarah 90tahun, Tuhan berfirman lagi kepada Ibrahim, menjanjikan bahwa Sarah pun akan melahirkan seorang anak yg mesti diberi nama Ishaq. Khawatir kalau² Allah mengurangi kasih sayang-Nya terhadap anaknya yang lebih tua, Ibrahim berdoa: "Semoga Isma'il hidup dalam hidayah-Mu ya Allah!" dan Allah menjawab: "Aku mendengar doamu tentang Isma'il. Tenanglah! Aku merahmatinya dan Aku akan menjadikan dia pemimpin satu bangsa yg besar. Tetapi kehendak-Ku tentang Ishaq telah Kutetapkan, dan Sarah akan melahirkannya tahun depan."

Sarah melahirkan Ishaq dan dia sendiri yang menyusuinya. Setelah Ishaq disapih, ia memohon kepada ibrahim agar Hajar dan putranya segera pergi dari rumah mereka. Karena sangat menyayangi Ismail, Ibrahim amat sedih dengan permintaan itu. Namun Allah berfirman kepadanya agar permintaan Sarah dipenuhi; dan supaya tidak larut dalam kesedihan, Allah berjanji akan memberkahi Isma'il.

Dengan demikian, keturunan Ibrahim bukan hanya satu bangsa, tetapi dua bangsa besar yang kepada mereka Allah bukan saja menjanjikan kenikmatan duniawi, namun juga keluhuran spiritual. Ibrahim menjadi pemimpin dua aliran spiritual besar, yang tidak mengalir bersama melainkan memiliki jalan masing². Ibrahim yakin bahwa Hajar dan Isma'il senantiasa dalam naungan rahmat Allah dan dalam lindungan para malaikat-Nya, sehingga segalanya berjalan dengan baik

Dua aliran spiritual, dua agama, dua dunia bagi Tuhan; dua lingkaran, dan karena itu juga dua pusat. Itulah tempat yang disucikan bukan atas pilihan manusia, namun telah ditetapkan oleh Kerajaan Langit. Ada dua pusat suci yang melingkupi ibrahim: satu di daerahnya, dan satu lagi mungkin belum diketahui, dan mungkin ke sanalah Hajar dan Isma'il dituntun ke suatu lembah tandus di Arabia, sekitar 40 hari perjalanan unta di sebelah selatan kan'aan. Lembah itu bernama Bakkah. Dilukiskan bahwa semua sisinya dikelilingi bukit kecuali 3 bagian: satu bagian di sebelah selatan, satu bagian di sisi utara, dan satu sisi yg terbentang ke laut merah, 40 mil ke arah barat. Alkitab tidak menceritakan bagaimana Hajar dan Isma'il menempuh perjalanan ke Bakkah. Barangkali keduanya ikut rombongan kafilah, karena lembah itu terletak di salah satu rute utama perjalanan, sebuah jalur yang sering disebut dengan "rute minyak wangi", karena dilewati parfum, kemenyan, dan barang² lain yang dibawa dari Arabia selatan ke daerah mediterania. Mungkin saja, begitu tiba di tempat itu, Hajar dibimbing langit untuk meninggalkan kafilahnya. Tak lama kemudian, sang ibu dan putranya merasa sangat kehausan, sampai² Hajar sangat khawatir akan keselamatan Isma'il. Menurut riwayat, Isma'il menangis di hadapan Tuhan dan tergeletak di atas pasir, sementara sang ibu berdiri di atas bebatuan sambil berjingkat memandang ke sekelilingnya, berharap mendapatkan pertolongan. Namun, ia tidak melihat seorangpun. Hampir putus asa, ia bolak-balik melintasi jalan yang sama sampai tujuh kali. Akhirnya, ketika ia duduk istirahat di dekat sebuah batu karena sangat lelah, datanglah malaikat menemuinya. Dalam Kitab Kejadian diriwayatkan:

_Dan Allah mendengar suara seorang bayi itu dan mengutus malaikat surga untuk menemui Hajar dan berkata: "Apa yang membuatmu susah, Hajar? Jangan takut! Tuhan telah mendengar suara bayimu di tempat ia berbaring. Bangkit dan angkatlah bayimu dan gendonglah dengan tanganmu, Dia akan menjadikannya pemimpin yg besar." Dan Tuhan membukakan matanya, dan Hajar menyaksikan mata air yang menakjubkan._

Mata air itu memancar dari gundukan pasir yang disentuh tumit isma'il. Tak lama kemudian daerah itu menjadi suatu perkampungan karena memiliki sumber air yang sangat bagus dan menakjubkan. Mata air itu dikenal dengan nama Zamzam.

Kitab Kejadian diwahyukan kepada Ishaq dan keturunannya, yang tidak lain dari garis keturunan Ibrahim. Tentang Isma'il, kitab itu menuturkan: _"Dan Allah bersama sang bayi; dan ia tumbuh dan tinggal di dalam hutan belantara dan menjadi seorang pemburu (pemanah)._

Setelah itu, nama Isma'il hampir tak pernah disebutkan kecuali cerita bahwa Isma'il dan Ishaq bersama² mengebumikan ayah mereka di Hebron, dan beberapa tahun kemudian Esau menikahi sepupunya, anak Isma'il. Namun, ada suatu pujian tak langsung kepada Isma'il dan Ibunya dalam Mazmur yang menyatakan, _"betapa indahnya tempat ibadah mereka, suatu Rumah Allah",_ juga ketika bercerita tentang keajaiban Zamzam yang membuat mereka senang melintasi perkampungan itu: _"Segala rahmat Allah bagi pemimpinnya; yang kekuatan jiwanya menjadi jalan bagi orang² yang melakukan perjalanan ke Mekkah dengan aman"._

Ketika Hajar dan Isma'il telah sampai di tujuan, Ibrahim masih hidup 75 thn lagi, dan beliau mengunjungi putranya di tanah suci tempat Hajar di tuntun itu. alqur'an menyatakan bahwa Allah menunjukkan kepada Ibrahim tempat yang jelas, di dekat sumur Zamzam, dimana ia dan Isma'il harus membangun rumah suci di atasnya. Bangunan itu di sebut Ka'bah, "kubus", sesuai dengan bentuknya; memiliki 4 sudut yg menunjukkan 4 arah mata angin. Namun sebenarnya benda yang paling suci di sana adalah sebongkah batu, yg, menurut riwayat, dibawa Jibril kepada Ibrahim dari suatu tempat di dekat Abu Qubaysy. "Batu ini, ketika turun dari syurga, lebih putih ketimbang susu, namun dosa² anak Adam telah membuatnya hitam". Batu hitam tersebut kemudian diletakkan di salah satu sudut Ka'bah. Ketika rumah suci itu telah selesai dibangun, Allah berfirman kepada Ibrahim dan mengajarkan berbagai ritus menunaikan ibadah haji ke Bakkah atau Mekkah, seperti kemudian ia disebut:

_"Aku sucikan rumah-Ku bagi orang² yang tawaf dan bagi yang sujud dan rukuk. Dan sampaikanlah kepada umat manusia untuk menjalankan haji, dan mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki atau dengan menunggang unta yang kurus yang datang dari segala penjuru yang jauh."_

Hajar menceritakan kepada Ibrahim peristiwa yang dialaminya saat mencari pertolongan, dan Ibrahim kemudian menjadikannya sebagai bagian dari ritus ibadah haji, yaitu berlari² kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali.

Kemudian Ibrahim berdoa di Kan'aan mendambakan padang pasir yg subur dan ditumbuhi dengan jagung dan gandum: 
_"Ya Allah, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tetumbuhan di dekat Rumah-Mu (Bait-Allah) yg dihormati. Ya Allah hal itu agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia untuk cenderung kepada mereka dan limpahkanlah rezeki berupa buah²an, mudah²an mereka bersyukur"_.

*#001#*
Bersambung.....

*Silahkan share ke semua kontak atau grup WA anda. Mudah2an ada manfaatnya bagi yg lain.*

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

No comments:

Post a Comment