Friday, January 3, 2020

Kisah Rasul bagian 11

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*KISAH HIDUP NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM*
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

*karya* : _Abu Bakr Siraj al-Din_
*diketik ulang* oleh : _RaYaKu_
_______________________
1⃣1⃣ *PERJANJIAN KEHORMATAN*
_______________________

SETELAH selesai berdagang di Syria, Abu Thalib kembali ke Mekah bersama kemenakannya, yang melanjutkan lagi hidupnya seperti sebelumnya. Meskipun demikian, Abu Thalib melihat Muhammad, seperti halnya Abbas dan Hamzah, telah terlatih dalam menggunakan senjata perang. Hamzah ditakdirkan menjadi lelaki yang tinggi besar dan sangat kuat. Ia menjadi ahli pedang dan jago tempur. Postur Muhammad dan kekuatannya sedang. Ia ahli dalam memanah, dan sangat berbakat menjadi seorang pemanah ulung, seperti nenek moyangnya, Ibrahim dan Isma'il. Kekuatan utamanya dalam keahlian ini adalah ketajaman pandangan matanya: ia memiliki reputasi dapat menghitung dua belas bintang dari konstelasi Pleiades.

Pada tahun² tersebut, kaum Quraisy tidak terlibat dalam pertempuran mana pun kecuali konflik hebat yang terjadi secara sporadis dan sebentar². Perang tersebut dikenal sebagai perang melanggar kesucian karena dimulai pada salah satu bulan suci. Seorang Kinanah yang tak bertanggung jawab membunuh seorang lelaki Amir, salah satu suku Hawazin dari Najd. Orang itu lalu melarikan diri ke dalam benteng kota Khaybar yang kokoh. Peristiwa itu terus berlanjut sesuai dengan pola kebiasaan di padang pasir: kehormatan menuntut balas dendam. Karena itu, suku pihak terbunuh menyerang Kinanah sebagai suku pihak pembunuh, dan Quraisy ikut terlibat sebagai suku kinanah. Konflik tersebut berlangsung selama 3 atau 4 tahun, kendati yang benar² bertempur hanya 5 hari.

Pada saat itu, pemimpin bani Hasyim adalah Zubayr, saudara kandung ayah Muhammad, seperti juga Abu Thalib. Zubayr dan Abu Thalib membawa serta keponakannya dalam salah satu pertempuran tersebut. Tetapi mereka menganggap Muhammad masih terlalu muda untuk ikut bertempur. Maka, ia hanya diizinkan membantu mengumpulkan panah² musuh yang meleset dan memberikan kepada pamannya agar dapat digunakan kembali untuk menyerang balik. Namun, pada salah satu pertempuran, dimana Quraisy dan sekutunya mengalami hari yang paling buruk,  muhammad diizinkan untuk menunjukkan kemampuannya sebagai pemanah, yang kemudian dipuji karena kehebatannya.

Perang itu mendorong tumbuhnya perasaan tak puas di hati setiap penduduk terhadap hukum padang pasir. Sebagian besar pemuka Quraisy telah melakukan perjalanan ke Syria. Mereka menyaksikan langsung bagaimana keadilan ditegakkan di kerajaan Roma. Demikian juga di Abyssinia yang meraih keadilan tanpa harus melakukan pertempuran. Namun, di Arab tidak ditemui sistem hukum, dimana korban kriminal atau keluarganya bisa mendapatkan ganti rugi. Di samping itu, adalah wajar bila perang melanggar kesucian –seperti konflik² lain sebelumnya– membuat banyak orang memikirkan berbagai cara dan strategi untuk mencegah peristiwa itu terulang kembali. Namun, kali ini hasilnya lebih dari sekedar pemikiran dan kata²: sejauh menyangkut orang Quraisy, mereka kini bersiap² untuk bertindak; dan rasa keadilan mereka diuji dengan peristiwa memalukan yang terjadi di Mekah pada minggu² pertama setelah berakhirnya pertempuran.

Seorang pedagang dari pelabuhan Yemeni di Zabid menjual barang² berharga kepada seorang terkemuka dari bani Sahm. Setelah mengambil barang² tersebut, orang Sahm itu tidak mau membayar harga yang dijanjikan. Pedagang yang dirugikan itu –seperti yang diketahui persis oleh pembeli yang curang itu– adalah orang asing di Mekah dan tidak memiliki teman atau pelindung yang dapat dimintai bantuan. Namun, ia tidak takut terhadap perlakuan curang orang lain. Lalu, sambil berdiri di tebing Abu Qubays, dengan lantang, fasih dan berapi², ia menyeru kaum Quraisy agar keadilan ditegakkan. Tanggapan segera datang dari kebanyakan kabilah yang tidak memiliki ikatan persekutuan dengan Sahm. Quraisy menghendaki semuanya agar bersatu padu tanpa memihak pada salah satu kabilah. Namun, sebagai keturunan Qushay, dalam persatuan tersebut masih terdapat sebuah ketegangan yang akut yang memecah mereka menjadi dua kelompok: "Kelompok Harum" dan "Kelompok Sekutu", dan Sahm adalah bagian dari kelompok kedua. Salah seorang pemimpin di kelompok pertama dan juga seorang yang terkaya di Mekah saat itu adalah pemimpin Taym, 'Abd Allah Ibn Jud'an. Kini, ia menawarkan rumah luasnya sebagai tempat pertemuan bagi semua pecinta keadilan. Hanya Bani Abd al-Syams dan Nawfal yang tidak hadir. Sementara Bani Hasyim, Bani Muththalib, Bani Zuhrah, Bani Asad, dan Bani Taym semuanya terwakili, dan ke dalam mereka kini bergabung 'Adi, salah satu kabilah dari Kelompok Sekutu. Keputusannya, setelah melalui diskusi serius, diperlukan adanya suatu aturan kehormatan untuk menegakkan keadilan dan melindungi yang lemah. Mereka pun pergi bersama ke Ka'bah. Di sana, mereka menyiramkan air ke atas Hajar Aswad. Air itu dibiarkan jatuh mengalir ke dalam suatu wadah. Kemudian, masing² meminum air yang disucikan itu. Dengan meletakkan tangan kanan di atas kepala, mereka berikrar bahwa setiap terjadi kejahatan di Mekah, mereka akan bersatu padu menegakkan keadilan, melawan pihak yang menganiaya, dan membela pihak yang teraniaya, tanpa memandang mereka berasal dari Quraisy atau dari luar kota. Orang Sahm itu kemudian dipaksa membayar hutangnya; dan tidak satupun kabilah yang abstain dalam perjanjian itu menawarkan bantuan mereka.

Bersama pemimpin Bani Taym, Zubayr dan Bani Hasyim merupakan salah seorang penggagas aturan ini. Ia membawa serta kemenakannya, Muhammad, yang turut berikrar. Beberapa tahun kemudian, Muhammad menuturkan, "Aku hadir di rumah 'Abd Allah Ibn Jud'an pada pembuatan perjanjian yang istimewa. Aku tidak akan menggantikan keikutsertaanku itu demi segerombol unta merah. Dan, jika sekarang, dalam Islam, aku diundang untuk menghadirinya, aku akan dengan senang hati menyambutnya." Dalam kesempatan itu, hadir pula sepupu tuan rumah mereka, Abu Quhafah dari Bani Taym, bersama putranya, Abu Bakr –usianya satu atau dua tahun lebih muda dari Muhammad dan di kemudian hari menjadi sahabat terdekatnya.

*#012#*
Bersambung.....

*Silahkan share ke semua kontak atau grup WA anda. Mudah²an ada manfaatnya bagi yg lain.*

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

No comments:

Post a Comment