🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*KISAH HIDUP NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM*
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*karya* : _Abu Bakr Siraj al-Din_
*diketik ulang* oleh : _RaYaKu_
_______________________
1⃣4⃣ *PEMUGARAN KA'BAH*
_______________________
SEBELUM kejadian² yang disebut terakhir itu –kira² saat 'Ali dibawa ke dalam keluarga Muhammad, ketika Muhammad berusia sekitar 35 tahun--Quraisy memutuskan untuk membangun kembali Ka'bah. Hal itu dilakukan karena dinding² yang ada saat itu hanya setinggi manusia dan tidak ada atapnya. Artinya, kalaupun pintu dikunci, mudah sekali untuk dimasuki. Belakangan, ada pencurian terhadap sebagian barang berharga yang di pendam di bawah tanah yang memang digali di dalam bangunan itu sebagai tempat penyimpanan. Mereka telah menyiapkan semua kayu yang dibutuhkan untuk atap: ada kapal seorang pedagang Yunani di pantai Jedah yang hancur dan tak bisa diperbaiki lagi, dan kayu kapal itulah yang mereka ambil untuk membuat atap. Pada saat itu, di Mekah kebetulan ada seorang Koptis yang ahli memahat kayu.
Namun demikian, karena sangat menghormati Ka'bah, mereka ragu² melakukannya. Rencananya dinding² yang terdiri atas batu² lepas akan dipugar dan akan dibangun kembali secara utuh. Tetapi mereka takut ditimpa bencana karena melanggar kesucian. Mereka semakin ragu setelah ada seekor ular besar yang setiap hari keluar dari bawah tanah dan berjemur di bawah terik matahari di sudut dinding Ka'bah. Jika ada orang yang mendekat, ular itu mengangkat kepalanya dan mendesis dengan mulut terbuka, sehingga mereka ketakutan. Namun, pada suatu hari, ketika ular itu tengah berjemur, Tuhan mengirim seekor burung elang untuk menerkam ular itu dan pergi membawanya. Karena itu, kaum Quraisy berkata diantara mereka sendiri, "Kini kita boleh berharap Tuhan merestui maksud kita. Kita mempunyai seorang pemahat yang sehati dengan kita; kita juga punya kayu dan Tuhan telah membebaskan kita dari ular itu."
Orang pertama yang mengangkat batu dari atap salah satu dinding Ka'bah adalah Abu Wahab dari Bani Makhzum, saudara Fathimah, nenek Muhammad. Tetapi, begitu diangkat, batu itu terlepas dari tangannya dan kembali ke tempat semula. Mereka semua langsung menyingkir dari Ka'bah dan takut untuk meneruskan rencana mereka. Kemudian pemimpin Makhzum, Walid, putra almarhum Mughirah, mengambil sebuah godam dan berkata, "Aku akan memulai meruntuhkannya untuk kalian." Lalu ia menuju Ka'bah dan berkata, "Ya Tuhan, jangan takut! Ya Tuhan, kami hanya menghendaki kebajikan." Lantas, ia merobohkan bagian dinding diantara Hajar Aswad dan Sudut Yamani, yaitu dinding sebelah tenggara. Orang² lainnya mundur. "Biarlah kita lihat dulu," kata mereka. "Kalau Walid terbunuh, kita tidak akan meruntuhkan dinding Ka'bah, dan akan membenahinya lagi seperti semula. Akan tetapi, kalau ia selamat, berarti Tuhan merestui pekerjaan kita, dan kita akan terus meruntuhkan semuanya hingga rata dengan tanah."
Malam berlalu tanpa ada peristiwa yang tidak diharapkan. Keesokan paginya, Walid kembali bekerja. Maka, orang² bergabung dengannya. Ketika semua dinding itu telah runtuh hingga tinggal pondasi yang dibuat oleh Ibrahim, mereka menemukan dua batu bundar kehijau²an seperti punuk unta yang terletak berdekatan. Seorang lelaki meletakkan pengungkit diantara dua batu itu dan menjungkal salah satunya. Namun pada saat batu itu bergerak, gempa menggoncang seluruh Mekah. Mereka menganggap gempa itu sebagai pertanda bahwa mereka harus membiarkan pondasi tersebut.
Di pojok Hajar Aswad, mereka menemukan sebuah tulisan berbahasa Syria. Mereka menyimpannya tanpa mengetahui isinya. Ada seorang Yahudi membacakannya kepada mereka: "Aku adalah Tuhan, pemilik Ka'bah. Aku ciptakan ia pada hari Kuciptakan langit dan bumi, ketika Kuciptakan matahari dan bulan, dan Kutempatkan di sekelilingnya tujuh malaikat yang suci. Ka'bah akan tetap berdiri selama dua bukit di sekitarnya berdiri, berkah bagi penduduknya dengan susu dan air." tulisan lainnya ditemukan di dalam maqam Ibrahim, sebuah batu kecil di dekat pintu Ka'bah yang secara ajaib terdapat cetakan bekas telapak kaki Ibrahim: "Mekah adalah Rumah Tuhan yang suci. Para peziarahnya datang dari tiga penjuru. Jangan biarkan kaumnya menjadi orang pertama yang mencemarinya."
Kini, kaum Quraisy mengumpulkan batu lebih banyak lagi –sebagai tambahan dari yang telah ada –untuk mempertinggi bangunannya. Masing² kabilah bekerja sesuai pembagian tugas yang telah ditetapkan. Setelah dinding2² itu cukup tinggi, sampailah pada tahap peletakan kembali Hajar Aswad di pojoknya. Perdebatan pun merebak diantara mereka. Masing² kabilah ingin mendapat kehormatan mengangkat Hajar Aswad dan meletakkan pada tempatnya semula. Perselisihan berlangsung selama empat atau lima hari. Ketegangan itu pun memuncak sampai muncul kubu² dan nyaris terjadi pertumpahan darah. Salah seorang yang tertua usianya diantara orang Quraisy mengajukan solusi. Ia berkata, "Wahai kaum Quraisy, untuk mengakhiri pertengkaran yang terjadi di antara kalian, tunjuklah seorang penengah dari orang pertama yang memasuki gerbang masjid pada hari ini." Wilayah di sekitar Ka'bah disebut masjid. Dalam bahasa Arab, masjid adalah tempat bersujud, karena ritual sujud kepada Tuhan menghadap ke Rumah Suci itu telah dilakukan disana sejak zaman Ibrahim dan 'Isma'il. Mereka setuju dengan usulan orang tua itu. Ternyata orang yang pertama kali masuk ke masjid adalah Muhammad yang baru saja kembali ke Mekah. Melihat kahadirannya, mereka serentak dan spontan mengakui bahwa Muhammad adalah orang yang tepat untuk tugas itu. Kedatangannya disambut dengan ekspresi kepuasan. "Dialah al-Amin", kata beberapa orang. "Kita rela menerima keputusannya", kata yang lainnya, "dia adalah Muhammad". Ketika duduk persoalannya telah dijelaskan, beliau berkata, "Berikanlah kepadaku selembar selimut." Setelah mereka memberikannya, beliau membentangkan selimut itu di tanah. Lalu beliau mengambil dan meletakkan Hajar Aswad di tengah kain itu. "Silakan masing² kabilah memegang ujung selimut itu", katanya. Kemudian mereka secara serentak mengangkat batu itu. Setibanya di tempat penyimpanan Hajar Aswad, Muhammad mengambil batu itu, lalu meletakkannya di pojok. Pemugaran Ka'bah pun dilanjutkan hingga selesai.
*#015#*
Bersambung.....
*Silahkan share ke semua kontak atau grup WA anda. Mudah²an bermanfaat bagi yg lain.*
⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

No comments:
Post a Comment