Friday, January 3, 2020

Kisah Rasul bagian 15

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*KISAH HIDUP NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM*
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

*karya* : _Abu Bakr Siraj al-Din_
*diketik ulang* oleh : _RaYaKu_
_______________________
1⃣5⃣ *WAHYU PERTAMA*
_______________________

TIDAK lama setelah adanya tanda² lahiriah mengenai otoritas dan misinya, Muhammad mulai mengalami tanda² kekuatan batiniah yang mendukung tanda² lain yang telah beliau sadari sebelumnya. Ketika ditanya mengenai hal itu, beliau berbicara tentang "mimpi yang benar". Menurutnya, mimpi itu "bagaikan kilatan cahaya". Mimpi² tersebut membuat beliau lebih sering menyendiri, dan pergi melakukan penyendirian spiritual (tahannuts) di sebuah gua di Bukit Hira, tidak jauh dari pinggiran kota Mekah. Tahannuts bukan sesuatu yang aneh bagi kaum Quraisy dan sudah menjadi praktek tradisional di kalangan keturunan Isma'il. Pada setiap generasi, selalu ada satu atau dua orang yang mengasingkan diri ke tempat yang terisolir dalam waktu sekian lama agar terbebaskan dari kontaminasi dunia manusia. Dalam mempraktekkan kebiasaan lama ini, Muhammad membawa berbagai perbekalan dan mengkhusukkan diri pada malam² tertentu untuk menyembah Tuhan, kemudian pulang ke keluarganya. Setelah pulang, terkadang beliau mengambil lebih banyak perbakalan dan kembali lagi ke bukit. Selama beberapa tahun ini, saat beliau meninggalkan kota dan menuju ke tempat meditasinya, seringkali beliau mendengar dengan jelas ucapan, "Assalamu'alaikum, wahai utusan Allah (Rasulullah), lalu beliau berbalik dan mencari orang yang mengucapkannya. Namun, beliau tidak melihat seorangpun, seolah² kata² itu berasal dari sebuah pohon atau batu.

Ramadhan adalah bulan yang biasa digunakan untuk mengasingkan diri. Pada suatu malam menjelang akhir Ramadhan, dalam usianya yang ke empat puluh, ketika beliau tengah sendirian di dalam gua, datang kepadanya seorang malaikat dalam rupa manusia. Malaikat itu berkata kepadanya, "Bacalah!" Beliau menjawab, "Aku tidak dapat membaca". Sebagaimana beliau tuturkan:

```Malaikat itu mendekapku sampai aku sulit bernafas. Kemudian, ia melepaskanku dan berkata, "Bacalah!" kujawab, "Aku tak dapat membaca". Ia mendekapku lagi hingga aku merasa tersesak. Ia melepaskanku dan berkata, "Bacalah!" dan kembali kujawab, "Aku tak dapat membaca!" Lalu, ketiga kalinya, ia mendekapku seperti sebelumnya, kemudian melepaskanku dan berkata:```
_Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan! Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar manusia dengan pena (qalam). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya._ (Q.S.96:1-5)

Muhammad mengulangi kata² yang diucapkan malaikat itu, yang kemudian meninggalkannya. Beliau berkata, "Sepertinya kata² itu tertanam dalam hatiku." Namun, beliau takut jangan² telah menjadi penyair yang terilham jin atau orang yang kesurupan. Karena itu, beliau lari dari gua. Di tengah perjalanan menuruni tebing bukit, beliau mendengar suara di atasnya, "Hai Muhammad! Engkau utusan Allah dan aku Jibril." Beliau menengadahkan kepala ke arah langit dan di sana terlihat tamunya, masih dapat dikenalnya namun sekarang jelas dalam rupa malaikat, memenuhi seluruh cakrawala. Kembali ia berkata, "Hai Muhammad, engkau Rasulullah dan aku Jibril." Nabi berdiri terpaku menatap malaikat itu. Beliau berpaling darinya, namun kemanapun beliau memandang, ke utara, ke selatan, ke timur, dan ke barat, malaikat selalu ada disana, menapak di cakrawala. Akhirnya, malaikat itu pergi, dan Nabi kembali menyusuri tebing menuju ke rumahnya. "Selimuti aku! Selimuti aku!" serunya kepada Khadijah. Dengan tubuh yang masih gemetar, beliau merebahkan dirinya di dipan. Dipenuhi rasa cemas, namun tidak berani bertanya kepada beliau, Khadijah cepat² membawakan selimut dan menyelimutinya. Ketika rasa takutnya telah mereda, Muhammad menceritakan kepada istrinya apa yang dilihat dan didengarnya. Setelah mengucapkan kata² yang menenangkan beliau, Khadijah pergi menceritakan hal tersebut kepada sepupunya, Waraqah, yang kini telah sepuh dan buta. _"Quddus Quddus!"_ kata Waraqah. "Demi Tuhan yang menguasai jiwaku, yang mendatangi Muhammad adalah Namus yang terbesar, yang dulu juga mendatangi Musa. Sungguh, Muhammad adalah nabi bagi kaumnya. Yakinkanlah dia!"

Khadijah lalu pulang ke rumah dan segera menyampaikan apa yang dikatakan Waraqah itu kepada sang Nabi, yang kini telah siap kembali ke gua dengan pikiran tenang, mungkin untuk memenuhi jumlah hari tahannuts yang telah ia tetapkan untuk beribadah kepada Tuhan. Setelah selesai, seperti biasanya, beliau langsung ke Mekah melakukan tawaf. Seusai tawaf, beliau melihat Waraqah yang telah sepuh dan buta berada di antara orang² yang sedang duduk di masjid. Beliaupun mengucapkan salam kepadanya. Waraqah berkata, "Ceritakanlah kepadaku, wahai putra saudaraku, apa yang telah engkau lihat dan engkau dengar." Nabi menceritakan kepadanya, dan orang tua itu kembali mengatakan apa yang telah ia sampaikan kepada Khadijah. Namun kali ini ia menambahkan, "Engkau akan didustakan orang, akan diperlakukan buruk, dan mereka akan mengusirmu, bahkan berperang melawanmu! Seandainya aku masih hidup pada saat² itu, Allah tahu, aku pasti akan membela kebenaran agama-Nya." Kemudian Waraqah merangkul beliau dan mencium ubun²nya. Setelah itu, Nabi pulang ke rumah.

Penegasan dari Khadijah dan Waraqah disusul oleh penegasan dari langit dalam bentuk wahyu yg kedua. Peristiwa turunnya tidak disebutkan. Namun, ketika ditanya bagaimana wahyu datang kepadanya, Nabi menyebutkan dua cara, "Terkadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi sebuah bel. Cara itulah yang terberat bagiku. Bunyi itu menghilang setelah aku memahaminya. Terkadang malaikat menampakkan diri dalam rupa manusia. Ia berbicara kepadaku, lalu aku mengerti apa yang dikatakannya."

Wahyu yang kedua kalinya ini dimulai dengan sebuah huruf tunggal. Ini merupakan contoh awal dari beberapa huruf yang memulai berbagai surat dalam Alquran. Huruf itu diikuti dengan sumpah Tuhan. Allah bersumpah demi pena, yang telah disebutkan dalam wahyu pertama sebagai alat utama Tuhan mengajarkan ilmu-Nya kepada manusia. Ketika ditanya tentang pena, Nabi berkata, "Hal pertama yang Allah ciptakan adalah pena. Dia menciptakan lembaran dan berkata kepada pena itu, 'Tulislah!' Pena menjawab, 'Apa yg harus kutulis?' Allah berfirman, 'Tulislah ilmu-Ku tentang penciptaan-Ku hingga tiba hari kebangkitan.' Kemudian, pena itu menorehkan apa yang diperintahkan." Sumpah demi pena disusul dengan sumpah yang kedua: demi apa yang mereka tulis. Di antara yang mereka (malaikat) tulis di langit dengan pena dan lembaran adalah bentuk asli Alquran. Disebutkan dalam wahyu² berikutnya sebagai 'sebuah bacaan mulia (qur'an) di atas sebuah kertas yang suci (lawh al-mahfuzh)' dan sebagai 'induk dari kitab'. Kedua sumpah itu diikuti dengan penegasan Ilahi:

_Nuun. Demi pena, dan apa yang mereka tulis. Berkat nikmat Tuhanmu, kamu sekali² bukan orang gila. Dan, sesungguhnya bagi kamu pahala yang besar yang tidak ada putus²nya. Sesungguhnya kamu benar² berbudi pekerti yg agung. (Q.S. 68: 1-4)_

Setelah turunnya pesan² pertama, terdapat masa bungkam. Selama masa bungkam tersebut tidak ada wahyu baru yang turun kepada Nabi. Beliau pun khawatir kalau² dirinya telah menyebabkan ketidaksenangan Tuhan. Meskipun demikian, Khadijah senantiasa meyakinkan bahwa itu tidak mungkin. Kemudian, masa bungkam itu berakhir. Datanglah kepastian yang memuat perintah pertama berkaitan langsung dengan misinya :

_Demi terangnya waktu pagi. Demi malam tatkala sunyi. Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu. Sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. Dan, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu lalu hatimu menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? Dia mendapatimu sebagai seorang yg bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Maka janganlah kamu berlaku sewenang² terhadap anak yatim. Dan terhadap orang yang minta² maka janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka siarkanlah._ (Q.S. 93: 1-11)

*#016#*
Bersambung.....

*Silahkan share ke semua kontak atau grup WA anda. Mudah²an bermanfaat bagi yg lain.*

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

No comments:

Post a Comment