Monday, January 6, 2020

Kisah Rosul bagian 17

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*KISAH HIDUP NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM*
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

*karya* : _Abu Bakr Siraj al-Din_
*diketik ulang* oleh : _RaYaKu_
_______________________
1⃣7⃣ *"PERINGATKAN KELUARGAMU"*
_______________________

ISLAM belum didakwahkan secara terbuka. Namun, jumlah orang mukmin dan para ahli ibadah kian meningkat, baik lelaki maupun perempuan. Mayoritas mereka adalah pemuda. Di antara yang pertama bergabung selain yang telah disebutkan terdahulu –adalah sepupu Nabi–, Ja'far dan Zubayr. Lalu para sepupu lainnya, sepupu Nabi dan sepupu mereka juga, anak² bibi mereka Umaymah, 'Abd Allah ibn Jahsy dan saudaranya 'Ubaydillah, juga putra bibi mereka Barrah, Abu Salamah. Terdapat juga sepupu dari pihak ibunya, sa'd putra Abu Waqqas al Zuhrah, dan adiknya, 'Umayr. Namun, tidak ada satupun dari keempat paman Nabi yang menunjukkan keinginan untuk mengikutinya: Abu Thalib tidak berkeberatan atas keislaman kedua putranya, Ja'far dan 'Ali, namun ia sendiri tidak siap untuk meninggalkan agama nenek moyangnya; Abbas menghindar; Hamzah tidak dapat mengerti, meskipun keduanya menjamin akan tetap mengasihi Nabi secara pribadi; Abu Lahab secara terbuka menuduh keponakannya itu sebagai orang tertipu, kalau bukan penipu.

Setelah turunnya ayat, _"Dan, berilah peringatan kepada kerabat²mu yang terdekat"_ (Q.S. 26:214), Nabi memanggil Ali untuk menghadapnya dan berkata, "Allah telah memerintahkan agar aku memberi peringatan kepada keluargaku, kaum kerabatku. Tugas ini sangat berat bagiku. Meski demikian, siapkan makanan berupa sepotong daging kaki domba dan isilah gelas dengan susu. Lalu, kumpulkan orang² Bani 'Abd al-Muththalib agar aku dapat menyampaikan kepada mereka apa yang telah diperintahkan kepadaku." 'Ali melaksanakan apa yang diperintahkan. Sekitar 40 orang, kebanyakan Bani Hasyim, datang ke jamuan makan itu. "Ketika mereka telah berkumpul", kata 'Ali, "Nabi menyuruhku menghidangkan makanan yang telah kupersiapkan. Beliau mengambil sepotong daging, menggigitnya, dan mengeluarkannya kembali ke atas pinggan. 'Ambillah itu dengan Nama Allah', katanya." Orang² itu makan secara berebut sampai tak ada seorangpun dari mereka yang dapat makan lagi. "Namun", kata 'Ali, "kulihat makanan tersebut tidak berkurang, kecuali sudah diaduk² oleh tangan mereka. Demi hidupku, kalau sekiranya mereka itu hanya satu orang, pastilah ia dapat memakan semua yang kuhidangkan di hadapan mereka. Namun Nabi berkata, 'suguhkan kepada mereka minuman!' akupun membawakan gelas tadi. Masing² meminum isinya, meskipun tak seorangpun yang menghabiskannya. Namun, ketika Nabi hendak berbicara kepada mereka, Abu Lahab mencegahnya. Ia berkata, 'Tuan rumah kalian telah meletakkan jampi² untuk kalian!' Ucapan Abu Lahab itu menyebabkan para tamu itu bubar sebelum beliau sempat berbicara."

Pada hari berikutnya, Nabi memerintahkan 'Ali melakukan hal yang sama seperti hari sebelumnya. Karena itu, hidangan serupa dipersiapkan lagi dan segala sesuatu berlangsung seperti sebelumnya. Hanya, kali ini Nabi bersiaga dan dapat berbicara kepada mereka. "Wahai keturunan Abd al-Muththalib," katanya, "aku yakin tidak ada seorang pun dari bangsa Arab yang datang kepada kaumnya dengan ajaran yang lebih mulia dari pada yang kubawa. Aku membawakan kepada kalian yang terbaik di dunia ini dan di akhirat nanti. Allah telah memerintahkan kepadaku untuk mengajak kalian kepada-Nya. Siapakah diantara kalian yang akan membantuku dan menjadi saudaraku, pelaksanaku, dan penggantiku di antara kalian?" Kabilah tersebut diliputi keheningan. Ja'far dan Zayd dapat saja berbicara, tetapi mereka sadar bahwa keislaman mereka tak perlu diragukan lagi dan tujuan dari pertemuan ini adalah untuk mengajak masuk Islam yang lainnya. Namun, ketika suasana tetap hening, 'Ali –yang berusia 13 tahun– merasa terdorong untuk angkat bicara, "Wahai Nabi Allah, aku akan menjadi penolongmu dalam hal ini." Nabi menepuk pundak 'Ali dan berkata, "Inilah saudaraku, pelaksanaku, dan penggantiku di tengah kalian. Dengarkanlah dia dan patuhilah dia" Orang² yg hadir berdiri sambil tertawa dan berkata kepada Abu Thalib, "Ia telah menyuruhmu untuk mendengarkan anakmu dan mematuhinya!"

Mengenai bibi² Nabi, Shafiyyah tidak ragu² mengikuti beliau seperti yang dilakukan oleh putranya, Zubayr. Tetapi, kelima saudara perempuannya belum memberi keputusan. Sikap Arwa menjelaskan sikap mereka semua, "Aku sedang menunggu apa yang akan dilakukan oleh saudara² perempuanku." Di sisi lain, Umm al-Fadhl, istri dari pamannya yg masih ragu², 'Abbas, adalah wanita pertama yg masuk Islam setelah Khadijah; dan ia berhasil mengajak tiga orang saudara perempuannya bergabung dengan Nabi –Maymunah, saudara kandungnya, dan dua saudara tirinya, Salma dan Asma'–. Di keluarga Umm al-Fadhl inilah Ja'far dibesarkan, dan disana pula ia mengenal Asma' dan jatuh cinta kepadanya, yang kemudian dinikahinya; sementara Hamzah telah menikahi saudaranya, Salma.

Termasuk para pemeluk Islam pertama adalah Umm Ayman. Tentang Umm Ayman, Nabi berkomentar, "Barang siapa hendak menikahi seorang wanita dari penduduk surga, maka nikahilah Umm Ayman." Pernyataan ini diperhatikan oleh Zayd. Umm Ayman lebih tua dari Zayd, namun baginya itu bukan masalah. Maka, ia mengungkapkan keinginannya kepada Nabi, yang tidak sulit membujuk Umm Ayman untuk menyetujui pernikahan itu. Akhirnya, Umm Ayman melahirkan seorang putra yang dinamai Usamah. Ia tumbuh sebagai cucu Nabi yang sangat dicintainya.

*#018#*
Bersambung.....

*Silahkan share ke semua kontak atau grup WA anda. Mudah²an bermanfaat bagi yg lain.*

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

No comments:

Post a Comment