🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*KISAH HIDUP NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM*
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*karya* : _Abu Bakr Siraj al-Din_
*diketik ulang* oleh : _RaYaKu_
_______________________
1⃣9⃣ *SUKU 'AWS DAN KHAZRAJ*
_______________________
SUKU 'Aws dan Khazraj telah bersekutu dengan beberapa suku Yahudi yang tinggal di sekitar mereka di Yatsrib. Namun, hubungan mereka seringkali tegang dan dihantui oleh permusuhan. Hal itu terjadi tidak lain karena kaum Yahudi yang monoteistik –dan mereka yakin sebagai kaum pilihan Tuhan– memandang rendah bangsa Arab yang politeistik. Namun, karena bangsa Arab lebih kuat, kaum Yahudi harus memberikan penghormatan kepada mereka. Di saat² berseteru dan putus asa, kaum Yahudi berkata, "Kini, waktu diutusnya seorang Nabi telah tiba. Dengan kehadirannya, kami akan membantai kalian seperti kaum 'Ad dan Iram yang terbantai." Pada saat Nabi akan datang, para Rabi dan dukun mereka senantiasa menunjuk ke arah Yaman yang, dari tempat mereka, searah dengan Mekah. Oleh sebab itu, ketika bangsa Arab Yatsrib mendengar bahwa seorang lelaki di Mekah mendeklarasikan dirinya sebagai nabi, mereka membuka telinga lebar². Dan, ketika diberitahu tentang ajaran yang dibawanya, mereka semakin tertarik. Sebab, mereka telah mengenal beberapa dasar dari agama ortodoks. Pada saat² sedang bersahabat, kaum Yahudi kerap berbicara kepada mereka tentang keesaan Tuhan dan tentang tujuan akhir hidup manusia, dan mereka bersama² mendiskusikan persoalan² ini. Ide tentang kebangkitan setelah mati, sulit diterima oleh para penganut politeisme Yatsrib tersebut; dan mengenai hal ini, salah seorang Rabi menunjuk ke arah selatan dan berkata bahwa disana hampir datang seorang Nabi yang akan menegaskan kebenaran tentang hari kebangkitan.
Namun, kesiapan bangsa Arab Yatsrib yang lebih dalam untuk mendengar berita dari Mekah itu telah muncul, secara tidak langsung, dari seorang Yahudi bernama Ibn al-Hayyaban yang pindah dari Syria. Dialah yang lebih dari sekali menyelamatkan oasis itu dari kekeringan berkat doa minta hujan yang dipanjatkan. Orang suci ini telah wafat saat Nabi menerima wahyu pertama. Ketika kematiannya dirasa telah dekat –seperti yang diceritakan oleh 'Aws dan Khazraj– ia berkata tentang Nabi, "Hai kaum Yahudi! Menurutmu, apa yang menyebabkan aku meninggalkan negeri roti dan anggur dan datang ke negeri yang keras dan miskin ini?" "Engkaulah yang paling tahu", kata mereka. "Aku datang ke negeri ini", jawabnya, "karena mengharapkan kehadiran seorang nabi yang hampir tiba. Ia akan pindah ke negeri ini. Aku berharap ia akan diutus tepat pada saat aku dapat menjadi pengikutnya. Saat kedatangannya telah dekat di hadapan kalian." Ucapannya itu amat tertanam dalam hati para pemuda Yahudi yang mendengarkannya dan mereka dapat menerima Nabi –bila waktunya tiba– meskipun ia bukan Yahudi.
Secara umum dapat dikatakan bahwa kalau bangsa arab dapat menerima orangnya namun menolak ajarannya, maka sebaliknya, kaum Yahudi menerima ajarannya namun menolak orangnya. Soalnya, bagi mereka, bagaimana mungkin Tuhan mengutus seorang Nabi yang tidak berasal dari kaum pilihan? Meski demikian, saat para peziarah kembali ke Yatsrib dan membawa berita tentang Nabi, kaum Yahudi merasa tertarik dan dengan penuh semangat bertanya lebih detail. Ketika bangsa Arab oasis itu melihat semangat itu dan menyaksikan betapa watak monoteistik ajaran yang dibawa itu meningkatkan daya tarik para rabi Yahudi 10 kali lipat, mereka pun, selaku pembawa kabar itu sendiri, tidak bisa lagi membendung ketertarikan mereka.
Terlepas dari pertimbangan² tersebut, suku Khazraj sangat menyadari kuatnya ikatan kekerabatan mereka dengan orang yg mengaku Nabi itu yang pernah mengunjungi Yatsrib bersama ibunya ketika ia masih kanak², dan lebih dari sekali dalam perjalanannya menuju Syria. Sedangkan suku Aws, salah seorang pemimpin mereka, Abu Qays, telah menikahi seorang wanita Mekah, bibi Waraqah dan Khadijah. Abu Qays sering tinggal bersama keluarga istrinya, dan ia menghormati pandangan Waraqah perihal nabi baru itu.
Semua faktor tersebut –ditunjang oleh laporan yang terus menerus oleh peziarah dan pengunjung lain dari Mekah– kini mulai memengaruhi masyarakat oaisi itu. Namun, untuk sementara waktu, perhatian mereka terpusat pada persoalan internal mereka sendiri. Suatu pertempuran yang berujung pada pertumpahan darah antara 'Aws dan Khazraj semakin lama semakin melibatkan banyak kabilah dari kedua suku tersebut. Bahkan, kaum Yahudi ikut memihak. Tiga kali pertempuran telah terjadi, namun bukannya mengakhiri, tapi malah semakin membakar semangat mereka untuk membalas dendam. Pertempuran keempat yang lebih besar dari sebelumnya tampaknya tak terhindarkan. Melihat hal ini, para pemimpin 'Aws mempunyai gagasan mengirimkan delegasi ke Mekah untuk meminta bantuan pihak Quraisy demi melawan Khazraj.
Saat mereka tengah menunggu jawaban dari Quraisy, Nabi menemui mereka dan bertanya apakah mereka ingin sesuatu yang lebih baik dari yang mereka minta saat itu. Mereka pun bertanya, gerangan apa itu, dan beliau memberi tahu mereka tentang misi dan agama yang diperintahkan untuk disampaikan. Lalu beliau membacakan kepada mereka beberapa ayat Alquran. Seusai beliau membaca, seorang pemuda bernama Iyas, putra Mu'adz, berseru, "Demi Tuhan, ini lebih baik dari yang kalian minta!" Namun, ketua delegasi mengambil segenggam tanah dan melemparkannya ke wajah pemuda itu. "Biarkan itu untukmu! Demi hidupku, kita datang bukan untuk itu", katanya. Iyas terdiam, dan Nabi meninggalkan mereka. Quraisy menolak permohonan bantuan mereka dan mereka kembali ke Yatsrib. Tidak lama setelah peristiwa itu, Iyas meninggal dunia, dan orang² yang hadir saat kematiannya menuturkan bahwa mereka mendengar dia tak henti² bersaksi akan keesaan Tuhan, mengagungkan-Nya, memuji-Nya, dan memuliakan-Nya hingga akhir hayatnya. Ia terhitung sebagai orang Yatsrib pertama yang masuk Islam.
*#020#*
Bersambung.....
*Silahkan share ke semua kontak atau grup WA anda. Mudah²an bermanfaat bagi yg lain.*
⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

No comments:
Post a Comment