🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*KISAH HIDUP NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM*
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*karya* : _Abu Bakr Siraj al-Din_
*diketik ulang* oleh : _RaYaKu_
_______________________
2⃣0⃣ *ABU JAHL DAN HAMZAH*
_______________________
BERTAMBAHNYA jumlah kaum mukmin di Mekah meningkatkan permusuhan dan kemarahan kaum kafir. Pada suatu hari, ketika beberapa pemuka Quraisy tengah berkumpul di Hijr, satu sama lain saling menyulut kemarahan terhadap Nabi. Hal ini terjadi tepat ketika Nabi sendiri memasuki tempat suci tersebut, menuju ke bagian timur Ka'bah, lalu mencium Hajar Aswad dan memulai tawaf tujuh putaran. Ketika beliau melintasi Hijr, mereka dengan lantang mengejek dan menghinanya. Jelas dari wajahnya, beliau mendengar apa yang mereka ucapkan. Pada putaran kedua, beliau melintasi mereka kembali, dan mereka mengejeknya lagi. Namun ketika mereka melakukan hal yang sama pada saat Nabi melakukan putaran yang ketiga, beliau berhenti dan berkata: "Hai Quraisy, maukah kalian mendengarkan aku? Sesungguhnya, demi Allah yang menguasai diriku, aku akan membawakan kepada kalian pembunuhan besar²an!" Ucapan dan cara beliau mengucapkan itu tampak menggetarkan mereka. Tak satupun yang bergerak ataupun berbicara, sampai akhirnya salah seorang yang selama ini paling keras tiba² memecah keheningan. Orang itu dengan lemah lembut berkata, "Lanjutkan jalanmu, hai Abu al-Qasim! Karena demi Tuhan, engkau bukan orang bodoh yang sombong". Namun, keheningan itu tidak berlangsung lama. Mereka segera mulai saling menyalahkan diri mereka sendiri karena gentar. Mereka pun bersumpah, nanti akan mengubah kelemahan mereka itu.
Salah seorang musuh Islam terbesar adalah seorang lelaki Makhzum bernama 'Amr. Di kalangan keluarga dan teman²nya, ia dikenal sebagai Abu al-Hakam, yg diganti oleh kaum muslim dengan julukan Abu Jahl, "Bapak kebodohan". Ia adalah cucu Mughirah dan keponakan Walid, pemimpin kabilah yang kini telah sepuh. Abu Jahl merasa yakin bahwa ia akan menggantikan posisi pamannya. Ia telah memantapkan posisinya di Mekah lewat harta kekayaan dan keramahannya yang berpamrih. Ia juga menjadikan dirinya sebagai orang yang ditakuti karena kasar dan siap membalas dendam kepada siapapun yang menentangnya. Ia menjadi orang yang paling getol diantara mereka yang berupaya menghalangi orang mendekati Mekah selama musim haji belakangan ini, dan paling keras membuat tuduhan kepada Nabi sebagai tukang sihir yang berbahaya. Ia juga paling aktif menyiksa kaum mukmin yang lemah dari kabilahnya sendiri, dan menyarankan kabilah² lainnya untuk melakukan hal yang sama. Namun demikian, suatu hari, ia secara tidak langsung telah membuat agama baru itu menjadi besar.
Nabi sedang duduk di luar masjid di dekat gerbang shafa, begitulah tempat itu diberi nama karena dilalui para jamaah untuk melaksanakan sa'i tujuh kali antara bukit Shafa, yang berada di dekat gerbang, dan bukit Marwah, sekitar 450 yard ke arah utara. Sebuah lembah di dekat kaki bukit Shafa menandai titik permulaan ritus tersebut. Ketika Abu Jahl lewat, Nabi sedang duduk sendirian di tempat itu. Ini merupakan kesempatan bagi orang Makhzum itu untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak takut. Sambil berdiri di hadapan Nabi, berkali² ia melontarkan berbagai ejekan. Beliau hanya menatapnya, tanpa mengatakan sepatah kata pun. Akhirnya, setelah melontarkan fitnah terburuk yang terpikir olehnya, Abu Jahl masuk ke masjid bergabung dengan orang² Quraisy yang berkumpul di Hijr. Nabi dengan sedih bangkit berdiri dan pulang ke rumahnya.
Baru saja beliau pergi, Hamzah muncul dari arah yang berlawanan sehabis pulang berburu, dengan panah menggantung di pundaknya. Sudah menjadi kebiasaannya, seusai berburu, sebelum menemui keluarganya, ia melakukan penghormatan ke Rumah Suci. Melihat Hamzah mendekat, seorang wanita keluar dari rumahnya di dekat gerbang Shafa dan menemuinya. Wanita itu bekas budak keluarga almarhum 'Abd Allah ibn Jud'an al-Taym, orang yang dua puluh tahun lalu menjadi salah satu pemimpin yang memelopori perjanjian kehormatan. Keluarga Jud'an merupakan sepupu² Abu Bakr, dan wanita itu, yang beritikad baik terhadap Nabi dan agamanya, marah atas penghinaan Abu Jahl, marah atas setiap ucapan yang didengarnya. "Abu Umarah", serunya kepada Hamzah, "seandainya engkau menyaksikan bagaimana Muhammad, putra saudaramu, diperlakukan oleh Abu al-Hakam, putra Hisyam! Ia melihat Muhammad sedang duduk disini, kemudian ia mengejeknya dengan kata² kotor, lalu pergi meninggalkannya" –ia menunjuk ke arah masjid tempat dimana Abu Jahl pergi– "dan Muhammad tidak menjawab sepatah kata pun". Hamzah bertabiat ramah dan mudah tersentuh. Ia paling pemberani di kalangan Quraisy, dan jika diganggu, ia akan sangat tegas dan paling ditakuti. Kehormatannya kini diguncang oleh rasa marah yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Kemurkaannya itu menyesakkan jiwanya. Ia cepat² melangkah ke dalam masjid dan langsung menemui Abu Jahl. Ia mendorongnya dan memukulkan panahnya ke kepala Abu Jahl dengan sekuat²nya. "Kini aku memeluk agamanya dan mendakwahkan apa yang ia dakwahkan! Akankah engkau menghinanya? Jika engkau mau, mari kita bertarung satu lawan satu!" Abu Jahl bukannya tidak berani, namun dalam situasi demikian, ia merasa peristiwa tersebut lebih baik diakhiri. Oleh karena itu, ketika beberapa orang Makhzum yang hadir berdiri untuk membelanya, ia menyuruh mereka duduk. "Biarkan Abu Umarah, karena demi Tuhan, aku telah menghina keponakannya dengan hinaan yang menyakitkan."
*#021#*
Bersambung.....
*Silahkan share ke semua kontak atau grup WA anda. Mudah²an bermanfaat bagi yg lain.*
⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

No comments:
Post a Comment