🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*KISAH HIDUP NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM*
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*karya* : _Abu Bakr Siraj al-Din_
*diketik ulang* oleh : _RaYaKu_
_______________________
2⃣7⃣ *ABYSSINIA*
_______________________
PARA pengungsi itu disambut baik di Abyssinia. Mereka diberi kebebasan penuh untuk beribadah. Mereka –semuanya berjumlah sekitar delapan puluh orang, selain anak kecil yang mereka bawa serta– tidak berangkat bersamaan. Keberangkatan mereka direncanakan secara rahasia dan dilakukan perkelompok kecil. Jika keluarga mereka mengetahui hal tersebut, mereka pasti akan menghalanginya. Namun, langkah ini sama sekali tidak diketahui, dan mereka tidak sadar terhadap apa yang telah terjadi sampai kaum mukmin itu semuanya tiba di tempat tujuan.
Meskipun demikian, para pemimpin Quraisy memutuskan untuk tidak membiarkan mereka tenang menetap disana, diluar kontrol mereka –sebuah komunitas berbahaya yg mungkin akan meningkat berpuluh kali lipat jika para mualaf lain bergabung dengan mereka–. Karenanya mereka segera membuat suatu rencana dan mempersiapkan sejumlah hadiah yang sangat berharga bagi orang² Abyssinia. Kerajinan kulit yang mereka hadiahkan –sejumlah besar kulit berkualitas dikumpulkan untuk itu– cukup untuk menyuap semua jenderal Negus. Ada juga hadiah lain yang berlimpah untuk Negus. Kemudian, mereka dengan hati² memilih dua orang utusan, salah satunya adalah 'Amr ibn al-'Ash, dari Bani Abd al-Syam. Kaum Quraisy mengatakan apa yang harus dilakukan: mereka harus mendekati setiap jenderal secara terpisah dan memberinya hadiah seraya mengatakan, "Beberapa pria dan wanita bodoh dari kaum kami telah melarikan diri ke kerajaan ini. Mereka telah meninggalkan agama mereka sendiri, bukan untuk memeluk agama anda, melainkan untuk agama yang mereka ciptakan, yang tidak dikenal baik oleh kami maupun anda. Para pemuka kaum mereka telah mengutus kami kepada raja anda agar beliau berkenan memulangkan mereka. Maka, ketika kami menuturkan tentang mereka kepada beliau, nasehatilah beliau untuk menyerahkan mereka kepada kami tanpa menanyakan apapun terhadap mereka; karena kaum mereka melihat yang terbaik bagi mereka." Para jenderal itu semuanya setuju. Dua utusan Quraisy itu pun memberikan hadiah kepada Negus, memohon agar para pengungsi itu diserahkan kepada mereka dan menjelaskan alasan seperti yang disampaikan kepada para jenderal itu, dan akhirnya menambahkan, "Para pemuka kaum mereka, yang juga ayah, paman, dan kerabat mereka, memohon kepadamu agar mereka dikembalikan." Para jenderal itu hadir pada pertemuan itu. Mereka serentak mendesak Negus agar permintaan kedua utusan itu dipenuhi dan para pengungsi itu diserahkan, karena sebagai orang sesuku, ia penentu terbaik terhadap persoalan warga suku mereka sendiri. Namun, Negus tidak berkenan dan berkata, "Tidak! Demi Tuhan, mereka tidak boleh dikhianati. Mereka telah meminta suaka perlindunganku dan menjadikan negeriku sebagai tempat tinggal, serta telah memilihku dari yang lainnya! Mereka tidak akan aku serahkan, sebelum aku memanggil mereka dan menanyakan perihal mereka seperti yang dikemukakan utusan ini. Jika memang benar, seperti yang dikatakan, maka mereka akan kuserahkan untuk dibawa kembali kepada kaum mereka sendiri. Namun, jika tidak, aku akan jadi pelindung yang baik selama mereka meminta perlindunganku."
Negus kemudian memanggil para sahabat Nabi itu, dan pada saat yang sama, ia mengumpulkan para pendetanya. Para pendeta itu membawa serta kitab² suci mereka yang diletakkan di sekitar kursi raja. 'Amr dan rekannya berusaha mencegah pertemuan antara Negus dan para pengungsi itu. Mereka sangat berkepentingan untuk mencegah pertemuan itu, tetapi yang terjadi menghasilkan lebih dari yang mereka sadari. Sebab, mereka tidak menyadari bahwa ketika orang Abyssinia dapat menerima mereka karena alasan komersial dan politis, mereka dipandang rendah sebagai seorang yang tidak beragama dan disadari ada pembatas di antara mereka. Orang Abyssinia sendiri adalah penganut kristen. Banyak dari mereka yang saleh. Mereka telah dibaptis, menyembah Tuhan yang satu, dan melaksanakan dengan khusuk sakramen di Eucharist. Dengan demikian mereka sangat peka terhadap perbedaan antara kesucian dan kefanaan. Mereka sangat menyadari motivasi keduniaan orang seperti 'Amr. Karena itulah, mereka dapat menerima –bahkan Negus sendiri– kesan nilai kesucian dan kedalaman kaum mukmin yang kini memasuki ruangan. Para pendeta dan lainnya berdecak kagum ketika mereka tahu bahwa para lelaki dan perempuan ini lebih mirip mereka daripada utusan Quraisy yang telah lebih dulu menghadap. Lagipula, sebagian besar mereka masih muda, dan banyak diantara mereka kesalehan sikapnya diperindah oleh kecantikan alamiah.
Tidak semua mereka diharuskan berhijrah. Keluarga 'Utsman telah berputus asa mencoba untuk membatalkan kepergiannya, namun Nabi malah mengizinkannya pergi dan membawa serta Ruqayyah. Kehadiran mereka menjadi sumber kekuatan bagi masyarakat di pengasingan itu. Pasangan lain yang sangat menyenangkan adalah Ja'far dan istrinya, Asma'. Keduanya sangat dilindungi oleh Abu Thalib. Namun, para pengungsi ini membutuhkan seorang juru bicara dan Ja'far adalah seorang juru bicara yang fasih. Kepribadiannya juga paling unggul. Pada suatu kesempatan, Nabi berkata kepadanya, "Engkau mirip denganku dalam penampilan dan karakter." Ja'far lah yang beliau pilih untuk menjadi pemimpin bagi masyarakat pengasingan itu. Daya tarik serta kecerdasannya diperkuat oleh Mush'ab dari 'Abd al-Dar, pemuda yg dipercaya Nabi untuk sebuah misi penting karena bakat alamiah yang dimilikinya. Orang terkenal berikutnya adalah pemuda Bani Makhzum yg dikenal sebagai Syammas, ibunya saudara 'Utbah. Namanya, yg berarti "petugas gereja kristen", disandangkan kepadanya karena pada suatu ketika Mekah dikunjungi oleh seorang tokoh terhormat Kristen dengan jabatan tersebut, lelaki yang sangat tampan sehingga menimbulkan decak kagum. Lantas 'Utbah berkata, "akan kutunjukkan kepadamu seorang _syammas_ yang lebih tampan darinya". Kemudian, ia pergi membawakan putra saudara perempuannya itu ke hadapan mereka. Zubayr, putra Shafiyyah, juga hadir. Begitu pula sepupu² Nabi yg lain: Thulayb putra Arwa; dua putra Umaymah, 'Abd Allah ibn Jahsy dan 'Ubaydillah serta istrinya, Umm Habibah; dan dua putra Barrah, Abu Salamah dan Abu Sabrah, keduanya beserta istrinya masing². Umm Salamah adalah wanita tercantik diantara para pengungsi pertama ini.
Setelah mereka berkumpul semua, Negus berkata kepada mereka, "Agama apa gerangan yang menyebabkan kalian berpisah dari kaum kalian, sedangkan kalian tidak memeluk agamaku, juga tidak memeluk agama suku² di sekitar kami?" Ja'far menjawab, "Wahai Raja! Dulu, kami adalah orang² yang jahiliah, menyembah berhala², memakan daging yang tidak suci, melakukan maksiat, dan pihak yang kuat menerkam yang lemah. Begitulah kami, sampai Allah mengutus kepada kami seorang rasul dari kalangan kami, seseorang yang garis keturunannya kami ketahui, juga kejujuran, integritas, dan penghargaannya terhadap kebenaran. Ia mengajak kami kepada Allah, bersaksi akan keesaan-Nya, menyembah-Nya dan meninggalkan batu² dan berhala² yang kami dan orangtua kami sembah. Ia memerintahkan kami untuk berkata benar, memenuhi janji, menghormati ikatan kekerabatan dan hak² tetangga kami. Ia melarang kami melakukan kejahatan dan pertumpahan darah. Karenanya kami hanya menyembah Allah semata, tidak menyekutukan-Nya, menjauhi apa yang diharamkan-Nya dan melakukan apa yang dibolehkan-Nya. Karena alasan ini, kaum kami menentang dan menyiksa kami agar murtad dari agama kami dan tidak lagi menyembah Allah serta kembali menyembah berhala. Karena itu pulalah, kami datang ke negeri Tuan, memilih anda dari yang lain. Dan, kami puas dengan perlindungan Anda. Harapan kami, wahai Raja, di sini, bersamamu, kami tidak akan diperlakukan sewenang²."
Penerjemah kerajaan menerjemahkan semua yang Ja'far katakan. Negus kemudian bertanya apakah ada wahyu Ilahi yang dibawa nabi mereka. Ketika Ja'far mengiyakan, Negus berkata, "Bacakanlah kepadaku!" Segera Ja'far membaca sebagian _surah Maryam,_ yg baru diturunkan tidak lama sebelum keberangkatan mereka:
_Dan ceritakanlah kisah Maryam di dalam Alquran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yg melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa." Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki² yang suci." Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki², sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan pula seorang pezina!" Jibril berkata: "Demikianlah Tuhanmu berfirman: "Hal itu mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan"_(Q.S. 19: 16-21).
Negus menangis, begitu pula para pendetanya, saat mereka mendengar ayat itu dibacakan, dan mereka menagis kembali saat ayat itu diterjemahkan. Negus berkata, "Ini benar² berasal dari sumber yang sama seperti yang dibawa oleh Yesus." Kemudian ia berkata kepada para utusan Quraisy, "Engkau boleh pergi! Karena demi Tuhan, aku tidak akan menyerahkan mereka kepadamu; mereka tidak boleh dikhianati."
Namun, ketika kedua utusan itu keluar dari Istana, 'Amr berkata kepada temannya, "Besok aku akan menceritakan kepada Negus suatu hal yang dapat menghancurkan kemakmuran mereka ini sampai ke akar²nya. Aku akan mengatakan kepadanya bahwa mereka menyebut Yesus putra Maryam adalah seorang hamba." Maka keesokan paginya ia menghadap Negus dan berkata, "Wahai Raja! Mereka telah mengucapkan kebohongan besar tentang Yesus putra Maryam. Panggillah mereka dan tanyakan apa yang mereka katakan tentang Yesus." Karena itu para pengungsi itu dipanggil kembali untuk menghadap Negus dan menceritakan kepadanya pendapat mereka tentang Yesus. Mereka serta merta merasa cemas karena persoalan seperti ini tidak pernah turun kepada mereka. Mereka saling berkonsultasi satu sama lain tentang jawaban atas pertanyaan semacam itu, meskipun mereka semua tahu bahwa mereka tidak punya pilihan selain mengatakan apa yang telah Allah firmankan. Karena itu, ketika mereka masuk ke Istana, dan pertanyaan itu diajukan kepada mereka, "Apa yang kalian katakan mengenai Yesus putra Maryam?" Ja'far menjawab, "Kami mengatakan tentangnya seperti yang diajarkan Nabi kepada kami, bahwa ia adalah hamba Tuhan, Utusan-Nya, Roh-Nya, dan Kalimat-Nya yang Ia tiupkan ke dalam rahim Maryam." Negus mengambil sebilah kayu dan berkata, "Yesus putra Maryam tidak lebih dari apa yang telah engkau katakan, walau sepanjang tongkat ini." Ia lantas berkata kepada Ja'far dan para sahabatnya, "Pergilah sesuka kalian, karena kalian aman di negeriku ini. Aku tidak akan melukai seorangpun diantara kalian walaupun dikasih segunung emas." Sembari menunjuk ke arah utusan Quraisy itu, ia berkata kepada para pembantunya, "Kembalikan hadiah pemberian itu kepada mereka, aku tidak memerlukannya." Maka, 'Amr dan temannya itu kembali ke Mekah dengan rasa malu.
Ketika berita tentang pernyataan Negus mengenai Yesus tersebar di kalangan masyarakat, mereka merasa terusik dan ingin menentangnya. Mereka meminta penjelasan Negus dan menuduhnya telah meninggalkan agama mereka. Negus segera memanggil Ja'far dan para sahabatnya, serta menyiapkan kapal untuk mereka. Ia mempersilakan mereka untuk pergi dan bersiap untuk berlayar jika keadaan gawat. Ia kemudian mengambil selembar kulit binatang dan menulis di atasnya: "Ia bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba-Nya, Utusan-Nya, dan Yesus putra Maryam adalah hamba-Nya, Utusan-Nya, Roh-Nya dan kalimat-Nya yang ditiupkan ke rahim Maryam." Ia meletakkan tulisan itu dibalik jubahnya, lalu menemui rakyatnya yang telah berkumpul hendak menemuinya. Kemudian ia berkata kepada mereka, "Hai rakyat Abyssinia, bukankah aku yang terbaik menjadi raja kalian?" Mereka membenarkan. "Lantas apa pendapatmu tentang hidupku di tengah kalian?" "Itulah kehidupan yang terbaik", jawab mereka. "Lalu apa yang membuat kalian gundah?" katanya. "Engkau telah meninggalkan agama kami," kata mereka, "dan telah menyatakan Yesus adalah seorang hamba", "Lalu bagaimana Yesus menurut kalian?" tanyanya. "Kami menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan", jawab mereka. Kemudian ia meletakkan tangannya di dadanya, menunjuk ke tempat di mana kulit itu disembunyikan, dan bersaksi bahwa ia beriman kepada "ini", yang mereka anggap ditujukan kepada perkataan mereka. Karena itu mereka merasa puas dan bubar. Mereka bahagia berada dalam pemerintahannya, dan mereka hanya ingin memastikan keyakinannya. Negus mengirim pesan kepada Ja'far dan para sahabatnya bahwa mereka tidak perlu pergi dan boleh kembali ke tempat permukiman mereka dengan aman dan sentosa.
*#028#*
Bersambung.....
*Silahkan share ke semua kontak atau grup WA anda. Mudah²an bermanfaat bagi yg lain.*
⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

No comments:
Post a Comment