Thursday, February 6, 2020

Kisah Rasul bagian 38

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*KISAH HIDUP NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM*
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

*karya* : _Abu Bakr Siraj al-Din_
*diketik ulang* oleh : _RaYaKu_
_______________________
3⃣8⃣ *TIBA DI MADINAH*
_______________________

NABI tiba di Madinah pada hari senin, 27 September 622 M. Berbagai kabar menyatakan bahwa penduduk Madinah sudah tidak sabar menunggu kedatangan beliau disana. Maka, beliau tinggal di Quba hanya tiga hari penuh. Selama itu, beliau mendirikan sebuah masjid yang dibangun pertama kali dalam Islam. Pada jumat pagi, beliau meninggalkan Quba. Pada siang harinya, beliau dan para sahabatnya berhenti di lembah Ranuna' untuk salat bersama Bani Salim dari Suku Khazraj yang telah menunggunya. Ini adalah salat jumat pertama yang beliau lakukan di negeri yang mulai saat ini menjadi tanah airnya. Beberapa orang kerabatnya dari Bani al-Najjar telah datang menemuinya. Beberapa orang Bani 'Amr telah mengawalnya dari Quba, yg membawa rombongan mencapai 100 orang. Setelah salat, Nabi menunggangi Qashwa', begitu pula Abu Bakr dan orang Quraisy lainnya menunggangi unta mereka dan berangkat bersama beliau menuju kota. Di sayap kanan dan kiri disertai pasukan berpakaian perang dengan pedang terhunus. Mereka adalah orang 'Aws dan Khazraj, sebagai penjaga dan cara menunjukkan bahwa janji mereka untuk melindungi beliau bukanlah omong kosong belaka, meskipun mereka betul² sadar bahwa, baik saat itu maupun kemudian, Nabi tidak lagi memerlukan perlindungan apapun. Tidak pernah ada hari yang penuh dengan kebahagiaan seperti itu. "Selamat datang wahai Nabi Allah! Selamat datang wahai Nabi Allah!" Begitulah luapan kegembiraan yang diserukan berulang² oleh lelaki dan perempuan, juga anak² yang berbaris di sepanjang jalan. Qashwa memperlambat langkahnya dan melangkah secara mengesankan seperti ketika lewat di tengah² kebun dan pepohonan kurma ke selatan Madinah. Rumah² masih sedikit dan jarang². Namun, secara perlahan² mereka masuk lebih dekat ke permukiman dan banyak ditawari undangan. "Mampirlah di sini wahai Rasulullah, karena kami memiliki kekuatan dan perlindungan bagimu juga kekayaan melimpah". Lebih dari sekali, seseorang atau sekelompok orang dari suatu kabilah memegang tali kekang Qashwa. Akan tetapi Nabi hanya memberkati mereka dan berkata, "Biarkan unta ini berjalan, karena ia berada di bawah perintah Allah".

Qashwa' tampaknya memilih suatu tempat di antara kediaman kerabat terdekat Nabi dari Bani 'Adi, cabang al-Najjar, kabilah terbesar suku Khazraj, karena ia menuju bagian timur kota tempat kebanyakan kabilah itu tinggal. Namun, ternyata ia berlalu saja di tempat beliau pernah tinggal bersama ibunya saat kanak², juga melewati rumah² lain yang terdekat, meskipun mereka sangat ingin agar beliau membuat rumahnya di sana. Beliau kini sampai ke perumahan Bani Malik cabang al-Najjar. Kabilah ini memiliki dua dari enam orang yg berbaiat kepada Nabi pada tahun sebelum 'Aqabah pertama, yaitu As'ad dan 'Awf. Di sanalah Qashwa' belok dari jalan ke sebuah halaman berdinding luas, di atasnya ditanami sedikit pohon kurma dan terdapat bekas reruntuhan sebuah gedung. Di ujungnya, terkadang digunakan sebagai makam. Qashwa' melangkah perlahan menuju ruangan sempit yang telah dijadikan As'ad sebagai tempat salat. Di tempat masuk itulah Qashwa' berlutut. Nabi membiarkannya dan beliau tidak turun. Sebentar kemudian, unta itu bangkit kembali dan mulai berjalan. Namun, unta itu tidak pergi jauh dari tempat berhentinya itu, kembali ke jejaknya dan berbalik kembali ke tempat pertama kali ia berlutut. Kemudian ia berlutut kembali. Kali ini ia merapatkan dadanya ke tanah. Nabi turun dan berkata, "inilah insya Allah tempat kediamanku".

Beliau kemudian menanyakan siapa pemilik halaman itu. Mu'adz saudara 'Awf, memberi tahu bahwa tempat itu milik dua orang anak yatim piatu, Sahl dan Suhayl. Keduanya berada dalam pengasuhan As'ad. Nabi memintanya agar mereka dibawa kepadanya. Ternyata mereka telah berada di sana, menghadap dan berdiri di hadapan beliau. Nabi bertanya, apakah mereka bersedia menjual halaman itu kepadanya dan meminta mereka menyebutkan harganya. Namun, mereka menjawab, "Tidak, tanah itu kami berikan untukmu hai Rasulullah". Meski demikian, beliau tidak ingin mengambilnya sebagai hadiah. Maka, harga ditetapkan dengan bantuan As'ad. Sementara itu Abu Ayyub Khalid, yang tinggal di dekat tempat itu, telah melepaskan bagasi unta Nabi dan membawanya masuk ke rumahnya. Kabilah lain kini datang dan memohon Nabi bersedia menjadi tamu mereka. Tapi beliau berkata, "Seseorang harus bersama bagasinya". Abu Ayyub menjadi orang pertama dari kabilah itu yg berbaiat pada 'Aqabah kedua. Ia dan istrinya kini naik ke bagian atas rumahnya dan memberikan lantai bawah untuk Nabi. As'ad membawa Qashwa' ke halaman rumahnya yang dekat dari tempat itu.

*#050#*
Bersambung.....

*Silahkan share ke semua kontak atau grup WA anda. Mudah2an bermanfaat bagi yg lain.*

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

No comments:

Post a Comment