🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*KISAH HIDUP NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM*
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*karya* : _Abu Bakr Siraj al-Din_
*diketik ulang* oleh : _RaYaKu_
_______________________
4⃣9⃣ *PEPERANGAN YANG TIDAK MENENTU*
_______________________
DAMPAK lain yang penting dari perang Badr dan ekspedisi² sebelumnya adalah bersekutunya Juhaynah dan suku² tetangga lain di Laut Merah dengan Madinah. Persekutuan itu pasti membuat jalan pesisir pantai ke arah Syria tertutup bagi kafilah Mekah. Hal itu juga menimbulkan pertanyaan: apakah dengan cara menutup seluruh akses menuju utara dapat mengurangi kekuatan kaum Quraisy seperti yang ke arah barat dan timur? Bahaya laten itu tidak luput dari perhatian kaum Quraisy. Mereka kini melakukan berbagai persiapan untuk memperkuat persekutuannya dengan suku Sulaym dan Gathafan yang menguasai wilayah yang bisa dilalui kafilah mereka melalui jalur timur laut menuju daerah Persia hingga ke Irak. Suku² ini tinggal di dataran luas Najd sebelah timur Mekah dan Madinah. Kafilah Mekah membuat pemberhentian ketujuh di tengah² daerah subur yang dikuasai oleh suku Sulaym. Suku ini secara khusus telah didesak kaum Quraisy agar tidak kehilangan kesempatan untuk menyerang perbatasan Yatsrib, di mana mereka mudah di serang.
Selama bulan² berikutnya, Nabi memperingatkan adanya tiga rencana penyerangan di daerah pinggiran sebelah timur oasis itu, dua dari Sulaym dan satu dari Gathafan. Setiap kali terjadi penyerangan, beliau segera menghadang mereka ketika masih berada di daerah mereka. Setiap kali itu pula, mereka juga tahu kedatangan Nabi hingga mereka langsung kabur sebelum beliau tiba di tempat mereka berkumpul. Tapi, salah satu ekspedisi ini berhasil dengan gemilang. Ekspedisi tersebut menghadapi suku² Gathafan, yaitu Tsa'labah dan Muharib. Pada saat itu, Nabi memutuskan untuk menyusul suku Badui yang sulit ditangkap ke tempat persembunyian mereka, di perbukitan sebelah utara Najd, dengan bantuan seorang warga suku Tsa'labah yang telah memeluk Islam dan telah menawarkan diri untuk menjadi penunjuk jalan. Dari puncak bukit, mereka menuruni lereng, masuk ke dalam daerah kekuasaan Muharib, dan tiba² hujan turun cukup deras hingga jalanan menjadi sangat licin. Sebelum sampai di tempat yang aman untuk berlindung, para pasukan ekspedisi basah kuyup, termasuk Nabi sendiri. Nabi agak tertinggal dari yang lain. Beliau melepas pakaiannya dan menggantungkannya di sebuah pohon agar cepat kering. Kemudian beliau berteduh dan berbaring di bawah pohon tersebut, dan segera tertidur. Namun, seluruh gerak gerik pasukannya, terutama gerak gerik Nabi sendiri, telah lama di amati oleh mata². Beliau terbangun saat seorang laki² telah berdiri di hadapannya dengan menghunus sebilah pedang. Laki² itu tak lain adalah Du'tsur, kepala suku Muharib, yang bertanggung jawab atas semua rencana penyerangan yang sedang diwaspadai oleh Nabi. "Hai Muhammad", katanya, "sekarang siapa yang akan melindungimu?" "Allah!" jawab Nabi tegas, sementara itu Jibril turun, berdiri di antara keduanya dan mendorong pundak Du'tsur ke belakang. Pedang Du'tsur terlepas, jatuh di luar jangkauannya. Nabi memungut pedang itu. Jibril segera menghilang dari pandangan Du'tsur, yang sesaat kemudian menyadari bahwa ia telah melihat malaikat. "Sekarang siapa yang akan melindungimu?" Nabi balik bertanya. "Tidak ada", jawab Du'tsur ketakutan. "Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi engkau adalah Rasulullah". Nabi mengembalikan pedangnya dan memeluknya erat². Mereka pun berjalan bersama menuju perkemahan, dan Du'tsur mempelajari agama barunya itu. Setelah itu, ia kembali ke sukunya, dan mulai mengajak mereka untuk memeluk Islam.
Ketika pasukan Nabi kembali dari Najd, Ka'b ibn al-Asyraf meninggalkan Mekah, dan kembali ke rumahnya di tengah² Bani Nadhir, tak jauh dari pinggiran Madinah. Ia telah banyak menggubah syair yang membakar semangat kaum Quraisy untuk membalas dendam. Disamping itu, ia menulis syair² lain untuk mengejek dan menghina Nabi dan para sahabatnya. Fungsi sebait syair di kalangan bangsa Arab sama dengan kekuatan banyak orang. Sebab, syair itu akan dibacakan, dikagumi dan disebarkan dari mulut ke mulut. Jika isinya tentang kebaikan maka ia akan mendorong orang berbuat baik; namun jika isinya buruk, maka ia juga akan mendorong orang berbuat jahat. Nabi berdoa, "Ya Allah, dengan kekuasaan-Mu, lindungi hamba dari anak al-Asyraf, dari kejahatan yg ia tunjukkan dan dari syair yg telah ia sebarkan". Kemudian, beliau bertanya kepada orang² yang ada di sekitarnya, "siapa yang akan berangkat melawan anak al-Asyraf yang sangat melukaiku?" Orang pertama yang bersedia menjadi sukarelawan adalah Muhammad ibn Maslamah, seorang 'Aws dari keluarga Sa'd ibn Mu'adz. Nabi memintanya untuk berkonsultasi dengan Sa'd, dan empat orang sukarelawan lagi berhasil disiapkan. Namun, mereka sadar tak akan bisa berbuat apa² tanpa melakukan tipu muslihat yang berarti mengandung kebohongan; padahal kebohongan sangat dilarang oleh Nabi. Maka mereka pun menghadap beliau untuk berkonsultasi. Nabi menyatakan bahwa mereka bebas mengatakan apa pun, sebab dalam perang, itu bagian dari strategi, sementara Ka'b memang telah menyatakan perang kepada mereka.
Ka'b dibawa ke luar rumah, tak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya, dan akhirnya dibunuh. Dengan kemarahan yang meluap² dan rasa panik, kaum Yahudi Nadhir mendatangi Nabi, dan mengadukan kematian salah satu pemimpin mereka yang dianggap telah dicurangi tanpa alasan yang jelas. Nabi tahu kebanyakan mereka adalah para musuh Islam, seperti Ka'b. Dengan sangat terpaksa, beliau menemui mereka. Namun perlu dijelaskan kepada mereka bahwa niat jahat yang terbetik dalam hati masih bisa beliau tolerir, tapi tidak dengan tindakan kebencian. "Jika ia tetap menyimpan niat buruknya di dalam hati seperti yang lain (kalian), ia tak akan mungkin dibunuh dengan tipu muslihat. Tetapi, ia telah jelas² menyerang dan melukai kami dengan tulisan dan syair² jahatnya. Berbeda dengan kalian, ia mampu menggunakan syair²nya layaknya sebilah pedang yang tajam". Nabi kemudian mengajak mereka membuat perjanjian khusus di samping perjanjian yang telah dibuat sebelumnya. Mereka pun melakukannya bersama²
*#068#*
Bersambung.....
*Silahkan share ke semua kontak atau grup WA anda. Mudah²an bermanfaat bagi yg lain.*
⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

No comments:
Post a Comment