Monday, February 3, 2020

Kisah Rosul bagian 36

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*KISAH HIDUP NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM*
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

*karya* : _Abu Bakr Siraj al-Din_
*diketik ulang* oleh : _RaYaKu_
_______________________
3⃣6⃣ *KONSPIRASI*
_______________________

KEMURTADAN Hisyam dan 'Ayyasy menjadi suatu kemenangan kecil bagi kaum Quraisy, yang merasa sangat terbebani karena terus mengalirnya para penghijrah yang tak dapat mereka kontrol. Beberapa rumah besar di Mekah sekarang tak lagi berpenghuni. Di antara yang tersisa adalah rumah yang dihuni oleh satu-dua orang yg telah lanjut usia. Kota yang dahulu tampak begitu sejahtera dan penuh kedamaian, dapat berubah hanya dalam jangka waktu sepuluh tahun lantaran satu orang itu, Muhammad.

Namun, ketika kesedihan dan kemurungan ini datang dan pergi, tumbuh suatu kesadaran terhadap munculnya bahaya dari kota ke utara di mana begitu banyak musuh² potensial yang kini telah bergabung –mereka yang tidak peduli dengan ikatan kekerabatan jika mulai terlibat konflik dengan agama mereka. Mereka memang tidak pernah melupakan apa yg telah dikatakan Nabi, "Hai orang2 Quraisy, aku akan membawakan kalian pembunuhan besar²an", meskipun pada waktu itu tampaknya tidak ada yang perlu ditakuti. Namun, jika Nabi kini meninggalkan mereka, meskipun mereka tidak akan pernah berhenti mengawasinya untuk selamanya, dan berangkat menuju Yatsrib, kata² itu mungkin lebih dari sekedar ancaman.

Kematian Muth'im, pelindung Nabi, melicinkan jalan untuk melakukan aksi. Apalagi Abu Lahab tidak hadir pada pertemuan yang diadakan para pemuka Quraisy di majelis. Setelah melampaui perdebatan panjang, setelah berbagai saran diajukan dan ditolak, mereka akhirnya menyetujui –beberapa dari mereka dengan enggan– untuk melaksanakan rencana yang dikemukakan Abu Jahl sebagai satu²nya solusi yang paling efektif terhadap persoalan mereka. Setiap kabilah mengajukan seorang pemuda yang kuat, dapat diandalkan, dan mampu berkomunikasi dengan baik. Pada waktu yang ditentukan, semua pemuda pilihan ini harus bersama² menyerang Muhammad; masing² melancarkan pukulan yang mematikan hingga darahnya akan terkena pada semua kabilah. Bani Hasyim tidak akan mampu memerangi seluruh suku Quraisy; mereka pasti akan menerima uang tebusan saja –yg akan ditawarkan kepada mereka– sebagai pengganti balas dendam. Dengan demikian, akhirnya masyarakat akan terbebaskan dari seorang lelaki yang sepanjang hidupnya itu telah mengundang ketidakdamaian bagi mereka.

Jibril datang kepada Nabi dan memberitahukan apa yang harus dilakukan. Waktu itu sore hari, Nabi langsung pergi ke rumah Abu Bakr –waktu kunjungan yg tidak seperti biasanya. Melihat kedatangan Nabi pada saat seperti itu, Abu Bakr langsung mengerti bahwa sesuatu yang penting telah terjadi. 'A'isyah dan kakaknya, Asma', sedang bersama ayahnya saat Nabi datang. "Allah telah mengizinkan aku untuk meninggalkan kota ini dan berhijrah", kata beliau. "Bersama denganku?" tanya Abu Bakr. "Ya, bersamamu", kata Nabi. 'A'isyah pada saat itu berusia 7 tahun. Sesudah itu ia biasa menuturkan: "Aku tidak pernah tahu ada orang menagis karena bahagia sampai kulihat Abu Bakr menangis mendengar ucapan Nabi".

Setelah mereka selesai membuat rencana, Nabi kembali ke rumahnya dan memberitahu 'Ali tentang keberangkatannya ke Yatsrib. Beliau menyuruh 'Ali untuk tetap tinggal di Mekah sampai semua barang² yang dititipkan di rumahnya selesai dikembalikan dan menjaga keamanan bagi pemiliknya. Nabi senantiasa dikenal sebagai al-Amin, sehingga masih banyak dipercaya orang² kafir untuk menjaga harta benda mereka, karena tidak menemukan orang lain yang dapat dipercaya. Beliau juga menceritakan kepada 'Ali bahwa Jibril telah memberitahukan rencana Quraisy yang akan menyerangnya.

Para pemuda yang dipilih untuk membunuh Nabi itu telah sepakat untuk bertemu di luar gerbang rumah beliau saat malam tiba. Namun, ketika mereka sedang menunggu sampai jumlah mereka lengkap, mereka mendengar suara wanita dari dalam rumah, suara Sawdah, Umm Kultsum, Fathimah dan Umm Ayman. Hal itu membuat mereka berpikir ulang. Di antara mereka mengingatkan bahwa jika mereka memanjat dinding dan menerobos masuk rumah, maka nama mereka akan tercemar selamanya di kalangan bangsa Arab karena telah melanggar privasi kaum wanita. Oleh karena itu mereka memutuskan untuk menunggu sampai korban yang dituju keluar. Seperti biasanya, ia akan keluar pada waktu subuh, atau sebelumnya.

Nabi dan 'Ali segera mengetahui kehadiran mereka. Nabi mengambil selimut yang biasa beliau kenakan untuk tidur dan memberikannya kepada 'Ali. "Tidurlah engkau di tempat tidurku! Selimuti dirimu dengan selimut Hadramiku ini! Tidurlah disana, karena mereka tidak akan mencelakakanmu." Kemudian, beliau mulai membacakan surah yang diberi nama dengan kalimat pembukanya, _yaasiin_. Ketika sampai pada kalimat _"Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding, dan di belakang mereka dinding pula, dan Kami tutup (mata) mereka hingga mereka tidak dapat melihat"_ (Q.S. 36: 9), beliau keluar dari rumah. Allah menutup penglihatan mereka sehingga tidak dapat melihatnya. Beliau pun berlalu di tengah mereka dan kemudian pergi.

Di tengah perjalanan, Nabi berpapasan dengan seseorang yang ternyata mengenalinya. Setelah orang itu tiba di dekat rumah Nabi, dan melihat sekelompok pemuda di gerbangnya, ia berseru kepada mereka bahwa jika Muhammad yang mereka cari, ia tidak ada disana melainkan baru saja pergi. "Bagaimana bisa?" pikir mereka. Salah seorang dari mereka telah mengawasi rumah dan telah melihat Nabi masuk sebelum teman²nya yang lain datang. Mereka yakin tidak ada seorangpun yang keluar dari rumah itu selama mereka di sana.

Namun, ketika mereka mulai cemas, sehingga salah seorang yang tahu tempat tidur Nabi pergi mengintipnya melalui jendela. Ia pun yakin ada seseorang tidur berselimut di tempat itu. Maka, ia meyakinkan teman²nya yang lain bahwa orang yang mereka incar masih berada di rumah. Namun, ketika fajar menyingsing, 'Ali bangun dan pergi ke pintu rumah, masih dengan berselimut. Mereka pun melihatnya dan merasa telah terkecoh. Mereka menunggu sejenak. Bulan sabit tipis, dari bulan safar, telah muncul di atas bukit sebelah timur, dan kini cahayanya memudar. Belum juga ada tanda² tentang Nabi. Mereka serentak memutuskan agar masing² menghadap kepala kabilahnya, untuk menyampaikan tanda bahaya.

*#047#*
Bersambung.....

*Silahkan share ke semua kontak atau grup WA anda. Mudah2an bermanfaat bagi yg lain.*

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

No comments:

Post a Comment