Sunday, March 8, 2020

Kisah Rasul bagian 53

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*KISAH HIDUP NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM*
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

*karya* : _Abu Bakr Siraj al-Din_
*diketik ulang* oleh : _RaYaKu_
_______________________
5⃣3⃣ *PEMBALASAN DENDAM*
_______________________

KAUM Quraisy kini sibuk mencari orang²nya yang gugur dan terluka. Korban pihak mereka tidak terlalu besar: dari tiga ribu pasukan, hanya 22 orang yang terbunuh. Kemudian mereka menghitung korban pihak musuh yang ditemukan kurang lebih 55 orang tewas. Banyak diantaranya yang tidak mereka kenal. Hanya tiga orang dari kaum Muhajirin: Hamzah dari Bani Hasyim, Mush'ab dari Bani Abd al-Dar, dan Abd Allah ibn Jahsy. Sebagian tubuh yang lain terletak agak jauh dari medan perang, baik yang meninggal maupun yang terluka, berada di luar perhatian mereka. Di antaranya adalah Syammas, yang masih hidup namun tidak bisa bergerak lagi. Yang pertama² mereka cari adalah tubuh Muhammad. Sementara itu, Wahsy kembali ke jasad Hamzah, menyobek perutnya, mengeluarkan hatinya, membawanya kepada Hindun. "Apa yang akan kau berikan kepada orang yang berhasil membunuh pembunuh ayahmu?" tanyanya kepada Hindun. "Seluruh bagian rampasan perangku", jawab Hindun. "Ini hati Hamzah", katanya. Hindun langsung merampasnya, menggigitnya, mengunyahnya, menelannya sepotong untuk memenuhi sumpahnya dan meludahi sisanya. "Tunjukkan padaku dimana mayatnya", kata Hindun. Ketika jasad Hamzah ditemukan, ia memotong hidung, telinga, dan organ tubuhnya yang lain. Kemudian ia melepaskan kalung, anting², dan gelang kakinya untuk diserahkan kepada Wahsy. Ia juga mengajak wanita yang lain untuk turut memotong² jenazah kaum Muslim. Mereka semua menghiasi dirinya dengan potongan mayat kaum muslim sebagai pembalasan dendam, dan serta merta Hindun berdiri di atas sebongkah batu sambil menyanyikan lagu kemenangan. Satu dua orang Quraisy juga turut menyayat² mayat itu dengan sangat biadab untuk melampiaskan dendam kesumatnya. Abu Sufyan menusukkan ujung tombaknya ke mulut jenazah Hamzah dan berkata, "Rasakan kau pemberontak!" Hulays, kepala suku Kinanah, lewat dan melihat perbuatan itu. Dengan suara keras agar di dengar Abu Sufyan, ia berteriak, "Wahai keturunan Kinanah, benarkah kaum Quraisy itu hebat bila ternyata ia merusak daging sepupunya yang mati?" "Sialan kau!" balas Abu Sufyan. "Jangan ceritakan pada siapapun".

Sementara itu, Abu Amir mendekati mayat anaknya, Hanzalah. Ia meratapinya dengan pilu dan berkata, "Tidakkah kalian telah kuperingatkan agar tidak melawan laki² ini?" –yang ia maksudkan adalah Nabi. "Tetapi engkau anak yang patuh kepada orangtua, engkau berbudi pekerti luhur dalam hidupmu. Dan kematianmu dijadikan kembang persahabatan". "Semoga Tuhan memberkati orang ini", katanya sambil menunjuk Hamzah, "dan seluruh pengikut Muhammad, semoga Tuhan memberkati mereka!" Kemudian, ia memandang Hindun dan seluruh wanita yang ada di situ dengan sinis dan berteriak dengan lantang, "Wahai kaum Quraisy, jangan lakukan kekejaman itu terhadap mayat anakku. Bagaimanapun juga, ia adalah kerabatku dan kerabatmu juga!" Merekapun berhenti dan memerhatikan harapannya

Kini diduga, Ubayy tidak keliru, bahwa Nabi dan pasukannya berada di suatu tempat di atas bukit. Namun, peperangan telah berlalu. Mereka tidak diperintah untuk menyerang ke atas bukit. Dan para budak telah bersiap² memberesken perkemahan. Begitu pasukan mereka yang gugur telah dikubur, dan balas dendam telah dilampiaskan kepada mayat musuh, mereka melepas semua baju dan perlengkapan perang untuk di angkut ke atas punggung unta, dan mereka bersiap untuk berangkat pulang. Namun, sebelum berangkat, Abu Sufyan menaiki kuda betinanya dan menyusuri kaki bukit, menuju kawasan terdekat dengan tempat Nabi dan para sahabatnya berada. Kepada mereka, ia berteriak dengan sekeras²nya, "Perang akan terus berlangsung, sejak hari ini dan hari² berikutnya. Mahaagung Hubal! Hancurkan agama mereka!" Nabi memerintahkan Umar untuk pergi menjawab tantangan itu dan berkata, "Allah lah yang Maha Agung dan Maha Tinggi! Tak ada yang menandingi-Nya. Kita tidak sama: para pahlawan kami tinggal di surga, sedang kawan²mu dilempar ke neraka!" Maka, 'Umar pun pergi ke tepi bawah tebing di mana Abu Sufyan berada dan menyampaikan kata² Nabi tersebut. Karena kenal suaranya, Abu Sufyan memanggil Umar kembali, "Hai Umar, aku ingin bertanya kepadamu, demi Tuhan, terbunuhkah Muhammad?" "Demi Allah tidak!" jawab Umar, "Beliau sekarang ini mendengar semua kata²mu!" "Baik, aku lebih memercayaimu ketimbang kabar Ibn Qami'ah", jawab Abu Sufyan. Dia bersiap untuk pergi, namun sebelumnya ia menambahkan, "Beberapa mayat kalian telah dirusak dan dipotong². Demi Tuhan, aku tdk menyukainya dan itu sama sekali bukan kesalahanku. Aku tidak melarang dan tidak menyuruh mereka". Lalu ia berkata, "kita akan bertemu lagi di peperangan berikutnya di Badr tahun depan!" Mendengar tantangan itu, Nabi mengutus sahabatnya yang lain untuk mendaki batu cadas untuk meneriakkan jawabannya, "Baik, itu adalah perjanjian di antara kita!"

Abu Sufyan kembali ke pasukannya yang telah menunggu di sebelah bukit, dan mereka bergerak ke utara. Terlalu jauh bagi Umar untuk melihat dengan jelas formasi mereka, maka Nabi menyuruh Sa'd dari Zuhrah menuruni bukit untuk menyusul dan melihat kemana mereka bergerak. "Bila mereka menuntun kuda dan menaiki unta, berarti mereka menuju Mekah. Tetapi bila mereka menuntun unta dan mengendarai kuda, berarti mereka menuju Madinah. Dan, demi Allah yang memelihara jiwaku, bila itu tujuan mereka, maka aku akan menyerang dan melawan mereka". Sa'd turun dari bukit, menuju kuda jantan Nabi, Sakb, yang telah ditambatkan sejak mereka tiba di Uhud. Ia bergerak mengikuti tentara Mekah hingga dapat melihat mereka dengan jelas. Kemudian, ia bergegas kembali dengan membawa kabar baik bahwa pasukan Mekah mengendarai unta dan menuntun kuda mereka di sampingnya. Seperti yang diceritakan salah seorang dari mereka beberapa tahun kemudian, bernama 'Amr, yang terlibat bersama Khalid dalam serangan pasukan berkuda, "Kami mendengar, Ibn Ubayy telah kembali ke Madinah bersama sepertiga pasukan, dan beberapa orang 'Aws dan Khazraj telah berada di kota. Tak dapat dipastikan, apakah mereka mundur dari medan perang dan tak mau kembali bertempur; dan di antara kami banyak yang terluka. Hampir semua kuda kami tertembus anak panah, maka kami pun pulang.

*#076#*
Bersambung.....

*Silahkan share ke semua kontak atau grup WA anda. Mudah²an bermanfaat bagi yg lain.*

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

No comments:

Post a Comment