Thursday, March 12, 2020

Kisah Rasul bagian 54

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*KISAH HIDUP NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM*
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

*karya* : _Abu Bakr Siraj al-Din_
*diketik ulang* oleh : _RaYaKu_
_______________________
5⃣4⃣ *PEMAKAMAN PARA SYAHID*
_______________________

NABI kini memimpin para sahabatnya menuruni bukit itu. Harits ibn al-Simmah adalah orang pertama yang diutus untuk mencari tubuh hamzah. Namun, ketika ia menemukannya, mayatnya tampak sangat mengerikan. Ia tak bisa segera kembali dan memberi tahu Nabi. Maka 'Ali disuruh menyusulnya. Ali melihat Harits sedang berdiri terperanjat di dekat mayat Hamzah yang terkoyak² dan tidak utuh lagi. Mereka berdua akhirnya kembali ke Nabi bersama². Saat Nabi menyaksikan apa yang telah terjadi pada Hamzah, beliau berkata, "Selama hidupku, aku tak pernah marah separah yang kurasakan kali ini. Jika kelak Allah memberikan kemenangan kepada kita, akan kurusak muka tiga puluh mayat kaum Quraisy!" Namun, segera turun wahyu yang mengatakan, _"Jika kalian ingin melakukan pembalasan, balaslah sesuai dengan yang mereka telah lakukan kepadamu; namun sesungguhnya memberi maaf itu jauh lebih baik bagi orang² yang sabar"_ (Q.S. 26: 126). Maka, beliau tidak hanya membatalkan sumpah itu, tapi juga melarang keras setiap tindakan merusak muka mayat pada setiap kali peperangan berakhir.

Abd Allah ibn Jahsy terbaring tidak jauh dari mayat Hamzah. Tubuhnya juga terkoyak². Namun, ketika Nabi beranjak untuk menyaksikan mayat² yg lain, beliau menemukan pemandangan yang sangat jauh berbeda. Yang terdekat adalah mayat Hanzalah. Tak seorangpun dari suku Quraisy, baik wanita maupun laki², yg berani menyentuh tubuhnya. Ia terbaring tenang seolah malaikat tengah menidurkannya dengan rambut yang tetap basah oleh embun pagi. Setiap orang mengucapkan syukur atas keindahan dan kedamaiannya, itulah tanda dari surga yang mengabarkan anugerah yang dijanjikan atas sanak kerabat mereka yang telah menjadi syuhada.

Tak jauh dari situ, ditemukan mayat Khaytsamah dan Tsabit Ibn al-Dahdahah –Khaytsamah adalah orang yang, di dalam mimpinya, bertemu anaknya yang lebih dulu menjadi syahid, diajak untuk segera bergabung dengannya di surga, dan Tsabit Ibn al-Dahdahah adalah orang yang telah menghadiahkan pohon kurma kepada seorang anak yatim. Saat Nabi melihat Tsabit, beliau berkata, "Pohon kurma dengan tandan yang penuh dan berjuntai begitu rendah, mengirimkan putra Dahdahah ke surga!"

Ketika salah satu kabilah dari suku 'Aws sedang mencari mayat kerabatnya, mereka sangat dikejutkan oleh tubuh seseorang, bernama Usayrim, yg baru sehari sebelumnya menyulut kemarahan mereka karena tidak mau memeluk Islam. Setiap kali diajak berbicara tentang Islam, ia selalu menjawab, "Jika aku benar² tahu bahwa semua itu adalah kebenaran seperti yang kalian katakan, aku tak akan ragu² lagi". Sekarang tubuhnya tergeletak di medan perang, dalam keadaan terluka parah namun belum meninggal. "Apa yang mendorongmu ke sini?" tanya mereka, "Demi siapakah kamu di sini? Demi saudara² kafirmu atau demi Islam?" "Aku berjuang demi Islam", jawabnya, "tiba² aku yakin terhadap Allah dan Rasul-Nya dan aku langsung masuk Islam. Maka, kuambil pedangku dan pagi² benar, aku keluar untuk bergabung bersama Rasulullah. Aku turut berperang hingga akhirnya aku terluka parah di sini". Tak ada lagi kata² yang diucapkan setelah itu, mereka menungguinya hingga ia meninggal. Kemudian, mereka menceritakannya kepada Nabi. Beliau meyakinkan bahwa Usayrim termasuk penghuni surga; dan untuk beberapa tahun kemudian, Usayrim terkenal sebagai orang yang masuk surga tanpa pernah sekali pun mendirikan salat lima waktu.

Di antara mayat² itu, mereka menemukan seseorang yang tak dikenal, atau baru terlihat pertama kali. Di antara mereka ada yang mengenalinya sebagai Mukhayriq, seorang Rabi Yahudi Bani Tsa'labah. Di pagi hari, ketika mereka baru saja mendapat informasi, ia memerintahkan kaumnya agar tetap menjaga perjanjian mereka dengan Nabi dan membelanya memerangi kaum musyrik. Ketika diprotes karena hari itu adalah hari _Sabbath,_ ia berkata, "Engkau tidak akan melanggar kesucian hari _Sabbath_". Lalu ia berpesan bahwa dirinya mengangkat Muhammad sebagai ahli warisnya. "Jika aku gugur pada peperangan nanti, semua hartaku kuserahkan kepada Muhammad, untuk suatu keperluan yang akan Tuhan tunjukkan kepadanya". Kemudian ia menyiapkan pedang dan seluruh keperluan perang lain. Ia segera berangkat ke Bukit Uhud, dan turut berjuang hingga akhirnya meninggal dunia. Sesudah itu, sebagian besar sedekah yang dibagi²kan di Madinah berasal dari kebun kurma yang subur dan luas yang diwariskan Mukhayriq –"Orang Yahudi Terbaik", begitu Nabi memanggilnya– kepada Nabi.

Setelah jelas bahwa tentara Mekah telah pulang ke kota mereka, penduduk Madinah merasa lebih leluasa. Kaum wanitanya mulai keluar dari kota Madinah untuk merawat luka² para pejuang dan memastikan kebenaran kabar yang selama ini mereka dengar sepanjang malam. Wanita yang pertama kali datang adalah Shafiyyah, 'A'isyah, dan Umm Ayman. Nabi mengkhawatirkan kedatangan Shafiyyah, dan ia berpesan kepada Zubayr, "Tolonglah aku demi ibumu! Cepatlah Hamzah dikuburkan sebelum kedatangannya. Pergilah kepadanya dan ajaklah ia kembali, agar tidak melihat mayat saudara laki²nya". Maka, Zubayr pun pergi menemui Shafiyyah dan berkata, "Ibu, Rasulullah menyuruhmu kembali". Meski demikian, Shafiyyah telah mendengar kabar di tepi medan perang. "Mengapa aku harus pulang?" tanyanya. "Aku sudah mendengar kabar tentang Hamzah, saudaraku. Tubuhnya dikoyak². Tetapi, itu demi Allah. Apapun yang dilakukan demi Dia, kami pasti merelakannya. Aku berjanji akan tetap tenang dan tabah, insya Allah!" Zubayr kembali kepada Nabi. Beliau kemudian menyuruhnya agar ibunya dipersilakan datang. Maka, ia datang untuk melihat mayat saudaranya, mendoakannya, dan membacakan salah satu firman Allah, _"Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"_, dan mereka semua kembali mengingat firman Allah yang turun setelah Perang Badr:

_"Wahai orang² beriman! Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang² yang sabar. Dan janganlah kamu mengatakan bahwa orang² yang gugur di jalan Allah itu mati; karena sebenarnya mereka itu (tetap) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah²an. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang² yang sabar, yaitu orang² yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,_ 'innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun'. _Mereka itulah yg mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang² yang mendapat petunjuk_ (Q.S. 2: 153-157).

Shafiyyah kemudian berdiri dan berdoa di samping Abd Allah Ibn Jahsy, anak saudara perempuannya, Umaymah. Ia segera bergabung dengan Fathimah. Mereka menangisi semua pejuang yang gugur, yang menyebabkan Nabi juga turut mengeluarkan air mata bersama mereka. Fathimah kemudian membalut luka Ayahnya. Sepupunya, Hamnah, saudara perempuan Abd Allah, tampak datang mendekat, dan duka cita mereka semakin mendalam ketika harus mengabarkan kematian suaminya, Mush'ab, yang turut gugur bersama saudara dan pamannya. Saat peperangan berlangsung, Nabi seolah² melihat Mush'ab yang dikira masih memanggul bendera, dan beliau menyuruhnya untuk keluar. Tetapi laki² itu menjawab, "Aku bukan Mush'ab", dan ketika Nabi mengenalinya sebagai malaikat, maka beliau memperkirakan bahwa Mush'ab mungkin telah terbunuh atau cacat parah. Beliau kini berada di samping tubuh Mush'ab yg telah gugur dan mengucapkan firman Allah:

_Di antara orang² beriman ada orang² yang menepati janji mereka kepada Allah. Beberapa di antara mereka memenuhi janjinya dengan kematian. Dan di antara mereka ada pula yang menunggu² dan mereka sedikit pun tidak berubah_ (Q.S. 33: 23).

Nabi memerintahkan agar semua mayat diangkat dan diletakkan di dekat tubuh Hamzah, dan kuburan pun mulai digali. Hamzah dibungkus dengan jubah. Nabi mendirikan salat jenazah untuknya dan kemudian menyalatkan semua pejuang yg gugur satu per satu, seluruhnya berjumlah 72 kali salat jenazah. Begitu penguburan telah siap, dua tiga mayat dimasukkan ke dalam satu liang lahat. Hamzah dan keponakannya, Abd Allah, dikuburkan dalam satu liang. Nabi sendirilah yang memimpin setiap penguburan. "Carilah 'Amr ibn Jamuh dan Abd Allah ibn Amr", kata Nabi. "Mereka di dunia adalah sahabat yang tak terpisahkan, maka kumpulkan mereka dalam satu kuburan". Namun, Hindun istri 'Amr dan saudara perempuan Abd Allah (ayah Jabir), telah membawa kedua mayat itu, bersama mayat anaknya, Khallad. Ia hendak membawa mayat² itu kembali ke Madinah. Namun, ketika untanya tiba di kaki bukit, unta itu tak mau bergerak lagi. Rasulullah mengatakan bahwa unta itu mendapat perintah dari Allah untuk membawa mereka kembali ke medan perang. Demikianlah tiga mayat itu akhirnya dikuburkan di dalam satu liang lahat, dan Nabi berdiri di samping mereka hingga mereka selesai di kuburkan. "Wahai Hindun", kata Nabi, "mereka bersama² masuk surga, 'Amr, anakmu Hallad, dan saudaramu Abd Allah". "Wahai Rasulullah", kata Hindun, "doakan agar Allah kelak menempatkan aku bersama mereka".

Tak seperti kebanyakan mayat yang lain, seorang laki² dari Muzaynah –yg telah berjuang dengan penuh semangat– tidak memiliki seorang kerabatpun, karena keponakannya juga telah gugur di medan perang. Maka, Nabi berdiri di sampingnya dan berdoa, "semoga Allah memberkatimu, sebagaimana aku memberkatimu!" Kemudian, mereka membungkus mayat itu dengan jubah hijau yang dikenakannya. Ketika ia dibaringkan di liang lahat, wajah dan kakinya belum tertutup. Karena itu, beliau menyuruh mereka mencari rerumputan dari dataran itu dan menutupkannya ke wajah dan kakinya. Demikian pula untuk mayat² yang lain, yaitu wajah dan kaki mereka ditutup sebelum tubuh mereka ditimbun dengan tanah.

Ketika kuburan yang terakhir telah terisi, Nabi memanggil kudanya dan menaikinya. Mereka bersiap menuruni lorong, jalan yang mereka tempuh di waktu subuh ketika mereka mencapai batas awal jalur lava, Nabi memerintahkan mereka untuk membentuk saf untuk memanjatkan puji syukur kepada Allah. Para pria membentuk dua saf menghadap ke Mekah, dan para wanita di belakang mereka, seluruhnya empat belas orang. Mereka bertakbir dan berdoa: "Ya Allah, kami memohon berkah, kasih sayang dan hidayah-Mu. Ya Allah, limpahkanlah kebahagiaan kepada kami selama²nya. Ya Tuhan kami, selamatkanlah kami pada hari penuh ketakutan, dan cukupkanlah kami pada hari penuh kemiskinan".

*#077#*
Bersambung.....

*Silahkan share ke semua kontak atau grup WA anda. Mudah²an bermanfaat bagi yg lain.*

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

No comments:

Post a Comment