Friday, March 13, 2020

Kisah Rasul bagian 57

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*KISAH HIDUP NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM*
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

*karya* : _Abu Bakr Siraj al-Din_
*diketik ulang* oleh : _RaYaKu_
_______________________
5⃣7⃣ *BANI NADHIR*
_______________________

KAUM Yahudi Bani Nadhir telah lama bersekutu dengan Bani Amir, sehingga Nabi meminta bantuan mereka untuk membayar diat. Maka, beliau pergi kepada mereka bersama Abu Bakr, Umar, dan sahabat² yang lain untuk menjelaskan permasalahannya. Mereka setuju untuk memenuhi permintaan Nabi, dan mempersilakan rombongan Nabi menunggu hingga suguhan siap dihidangkan. Nabi menerima tawaran mereka dan beberapa orang Yahudi pergi ke luar, termasuk kepala sukunya, Huyay, berpura² memberi instruksi untuk menghibur tamu²nya. Ketika Nabi dan para sahabatnya duduk, di depan salah satu dinding benteng itu, Jibril datang mendekati beliau, tak terlihat oleh yang lain, dan memberitahukan bahwa kaum Yahudi itu sedang merencanakan pembunuhan dirinya, sehingga beliau harus segera pulang ke Madinah. Maka, Nabi segera bangkit dan meninggalkan para sahabatnya tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan semua menganggap beliau akan segera kembali. Namun, selang beberapa lama, Nabi belum juga kembali. Abu Bakr mengusulkan, sebaiknya sahabat yang lain segera pergi juga. Setelah berpamitan kepada kaum Yahudi, mereka pergi ke rumah Nabi. Nabi menjelaskan kepada mereka apa yang terjadi sebenarnya. Beliau mengutus Muhammad ibn Maslamah ke Bani Nadhir, untuk menyampaikan pesan beliau. Dengan sangat cepat, laki² itu pergi menuju benteng Bani Nadhir, dan para pemimpin mereka keluar untuk menemuinya. Ia berkata, "Rasulullah telah mengutusku datang kemari untuk menyampaikan pesan: 'Karena kalian telah bermaksud membunuhku, maka berarti kalian membatalkan perjanjian yang telah kubuat dengan kalian'". Kemudian, setelah menceritakan rencana busuk mereka secara detail, seperti yang Nabi perintahkan, ia menegaskan inti pesannya, "Kalian kuberi waktu sepuluh hari untuk segera keluar dari negeriku ini", kata Nabi. "Siapa pun di antara kalian yang masih ada setelah itu, akan dipenggal kepalanya". "Hai anak Maslamah", kata mereka, "Kami tak pernah menyangka seorang 'Aws dapat menyampaikan pesan seperti itu kepada kami". "Hati kami telah berubah", jawabnya.

Sebagian besar mereka segera bersiap² untuk pergi, tapi Ibn Ubayy mendesak mereka untuk tetap tinggal dan berjanji untuk membantu mereka. Huyay dengan mudah membujuk mereka untuk bertahan, karena ia yakin bahwa sekutu Baduinya tak akan membiarkan mereka dalam krisis. Ia mengajak sendiri sekutu mereka yang terkuat, kaum Yahudi Bani Qurayzhah dan telah mengirimkan berita penting untuk meminta bantuan mereka. Maka, ia mengutus saudaranya kepada Nabi dengan pesan, "Kami tidak akan meninggalkan rumah dan harta kami seperti yang engkau inginkan". _"Allaahu Akbar_!", puja Nabi, "Allah Mahabesar", dan para sahabatnya yang sedang duduk bersamanya segera turut bertakbir. "Kaum Yahudi telah mengumumkan perang", tegas beliau, memberi tahu para sahabatnya. Nabi segera mengerahkan pasukan dan memberikan bendera ke tangan Ali. Mereka berangkat ke permukiman Nadhir, sedikit di sebelah selatan Madinah. Mereka mendirikan salat asar di suatu lapangan luas yang telah dikosongkan oleh kaum Yahudi sebagai pertahanan luar mereka. Setelah salat, Nabi memimpin pasukannya menuju benteng mereka.

Pada benteng² itu telah bersiap para pemanah dan pelempar tombak –juga batu– menjaga tembok itu bila serangan tiba. Terjadilah pertempuran panah yang sengit sampai petang. Kaum Yahudi begitu takjub dengan kecepatan serangan mereka; namun setidaknya esok –pikir mereka– akan datang bantuan dari Qurayzhah dan Ibn Ubayy. Setelah dua tiga hari kemudian, sekutu mereka dari Gathafan akan tiba untuk membantu mereka. Sementara itu, pasukan muslim terus bertambah dengan kedatangan para pejuang dari Madinah yang beberapa waktu sebelumnya berhalangan untuk berangkat bersama Nabi. Sampai waktu magrib tiba, pasukan muslim semakin meningkat pesat hingga dapat mengepung musuh dari segala penjuru. Nabi salat bersama mereka, dan kemudian kembali ke Madinah bersama sepuluh sahabatnya, meninggalkan Ali yang bertanggung jawab di perkemahan. Sepanjang malam, mereka melantunkan puji²an hingga tiba waktu subuh. Pagi harinya, Nabi bergabung lagi bersama mereka.

Hari demi hari telah berlalu dan Bani Nadhir mulai putus asa, karena berbagai bantuan, yang hampir mereka pastikan, tak kunjung tiba. Bani Qurayzhah menolak membatalkan perjanjiannya dengan Nabi. Bani Gathafan tidak memberikan kejelasan. Sedangkan Ibn Ubayy lagi² menyatakan bahwa kekuatannya tak akan bisa mengatasi serangan musuh. Harapan orang yang terkepung itu memudar dan kebencian di antara mereka semakin meningkat. Bani Nadhir telah menderita perasaan sakit dan getir. Kini mereka terputus sama sekali hubungannya dengan dunia luar, tanpa ada tanda² datangnya pertolongan dari manapun, hingga keadaannya pun tak tertahankan. Baru setelah sepuluh hari atau lebih, Nabi memerintahkan beberapa orang untuk menebang semua pohon kurma yang terlihat di sekitar benteng. Hal itu sebagai suatu pengurbanan, karena beliau tahu bahwa daerah itu telah berada dalam kekuasaannya sendiri; tetapi beliau melakukannya atas izin Allah, sebagai suatu perintah. Langkah itu ternyata segera meruntuhkan pertahanan musuh. Mereka sangat memerlukan pohon² itu, sebagai salah satu sumber penting penghasilan mereka. Jika mereka terpaksa terusir dari tanah mereka, maka mereka akan terus berpikir bahwa pohon² itu milik mereka. Sebab, mereka punya alasan untuk berharap bahwa tak lama lagi akan kembali lagi ke tanah mereka, meraih kembali kebun kurma itu. Kaum Quraisy telah berjanji untuk membasmi Islam di seluruh oasis itu. Tetapi jika kebun kurma itu di musnahkan, maka diperlukan waktu cukup lama untuk menanamnya kembali. Hanya sedikit yang ditebang, namun seberapa jauh kerusakan akan terjadi? Huyay segera menyampaikan pesan kepada Nabi bahwa mereka akan meninggalkan tanah mereka, namun Nabi menegaskan bahwa mereka tak punya banyak waktu lagi untuk membereskan dan membawa serta semua harta benda mereka. "Tinggalkan kediaman kalian", kata Nabi, "dan bawalah apa saja yg dapat kalian bawa, kecuali senjata dan baju perang kalian!"

Huyay pada mulanya menolak, namun ia didesak anggota sukunya untuk menerima; dan mereka mulai memperkirakan berbagai persiapan yang dipersingkat selama dua minggu sebelumnya. Pintu² rumah hingga lampu² mereka diangkut di atas unta² mereka. Setelah semuanya siap, mereka berangkat ke utara menuju Syria. Sepanjang hidupnya, mereka tak pernah menyaksikan suatu kafilah yang begitu menakjubkan. Mereka berjalan beriringan seperti layaknya pasar berjalan yang sangat ramai menuju Madinah. Unta² berjalan dalam satu barisan, dan setiap ekor unta menjadi objek pemandangan yang heboh, baik dari beragam perhiasannya yang mahal, maupun harta benda yang diangkutnya. Korden² indah menirai para wanita di atas unta yang berbusana mewah dari kain brokat dan sutera, berwarna hijau atau merah, dengan berbagai perhiasan emas murni, dihiasi batu²an ruby, emerald, dan batu mulia yang lain. Bani Nadhir dikenal sebagai suku yang kaya raya, namun, hingga saat ini, hanya sebagian kecil dari harta benda mereka yang dapat terlihat orang lain. Mereka berjalan diiringi suara genderang dan rebana. Kendatipun meninggalkan kebun kurma itu, mereka dengan bangga memamerkan, seakan² mereka masih memiliki banyak kekayaan lain, ke mana pun kini mereka pergi. Banyak di antara mereka yang berhenti dan bermukim di tanah milik mereka di Khaybar, dan sebagian yang lain meneruskan perjalanan ke utara dan berdiam di Jericho atau di selatan Syria. Menurut wahyu, tanah Bani Nadhir dan seluruh harta yang ditinggalkan menjadi milik Nabi untuk diberikan kepada fakir miskin, khususnya bagi _"kaum Muhajirin yang telah meninggalkan rumah² mereka"_ (Q.S. 59: 8). Hanya dua orang kaum Anshar yang mendapat bagian, dengan melihat kondisi kemiskinannya. Namun demikian, dengan memberikan sebagian besar harta itu kepada kaum Muhajirin, Nabi telah membuat mereka mandiri, dan meringankan beban kaum Anshar selama ini.

*#081#*
Bersambung.....

*Silahkan share ke semua kontak atau grup WA anda. Mudah²an bermanfaat bagi yg lain.*

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

No comments:

Post a Comment